oleh

GP Ansor Sulteng Tawarkan Nilai Ajaran Guru Tua Solusi Menghadang Intoleransi dan Radikalisme

SULTENG RAYA-Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulteng menawarkan nilai-nilai ajaran Sayyid Idrus Bin Salim Aljufrie atau lebih dikenal dengan nama Guru Tua, pendiri lembaga pendidikan Alkhairaat, sebagai solusi menghadang intoleransi dan radikalisme yang masih kerap terjadi di masyarakat.

Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Ketua GP Ansor Sulteng, Alamsyah Palenga saat menjadi salah satu pembicara pada webinar yang digelar BPIP dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan GP Ansor Sulteng, dengan tema Mutiara Pancasila di Bumi Tadulako, Rabu, (12/8/2020).

Kata Alamsyah, ajaran dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Guru Tua mengandung nilai-nilai Pancasila, terutama terkait nilai-nilai toleransi atas perbedaan, Guru Tua tidak hanya mengajarkan nilai-nilai itu melainkan juga dengan memperaktekan langsung.

Baca Juga :   Sensus Night, BPS Sulteng Data Masyarakat Nomaden

Seperti mengambil dan mengangkat seorang beragama Nasrani sebagai guru matematika di madrasah Alkhairaat. Sebagaimana diketahui Madrasah Alkhairaat adalah berbasis pendidikan Islam.  “Ini menunjukan betapa toleransinya Guru Tua, perbedaan agama tidak menjadi pembatas interaksi sosial kemasyarakatan dan pendidikan,”ungkap Alamsyah.

Hal yang sama terhadap budaya lokal masyarakat lembah Palu yang didiami oleh masyarakat beretnis Kaili. Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Yaman (Arab) mampu berdampingan dengan masyarakat yang masih memelihara budaya dan adat istiadat yang tentu sangat jauh berbeda dengan apa yang dijumpai di Negara Yaman.

Tidak hanya sampai di situ, nasionalisme Guru Tua juga tidak perlu diragukan, itu terlihat dari sejumlah syair-syair lagu yang diciptakan dan diperdengarkan kepada murid-muridnya.

Baca Juga :   Wali Kota Urai Makna Budaya dan Adat Dalam Visi Pemkot Palu

Lanjut Alamsyah, semangat dan nilai-nilai ajaran guru tua inilah yang perlu dimasyarakatkan kembali, baik di Sulawesi Tengah khususnya maupun Indonesia bagian Timur pada umumnya.

Agar perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat tidak menjadi penghalang, apalagi itu menjadi masalah di masyarakat. “Inilah yang perlu ditanamkan kembali ke masyarakat, jika kita berbicara kearifan lokal,”sebut Alamsyah.

Sebenarnya kata Alamsyah, sosok Guru Tua bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan bahkan mungkin Indonesia bagian timur telah menjadi motivasi dan inspirasi, itu bisa terlihat dari foto-foto Guru Tua begitu lumrah ditemukan di rumah-rumah warga, di dinding-dinding ruang tamu warga sebagai bentuk kecintaannya pada Guru Tua.

Ini dinilai sebagai modal untuk membumikan nilai-nilai ajaran guru tua, bahkan jika perlu Sang Guru Tua sangat pantas dijadikan Pahlawan Nasional. “ Jika kita bisa bersepakat bahwa salah satu mutiara di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu itu adalah Sayyid Idrus Bin Salim Aljufrie,”katanya menutup pembicaraan. ENG

Baca Juga :   Media Tingkatkan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed