oleh

BEI Sulteng Ajak Investor Meningkatkan Transaksi

SULTENG RAYA – Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sulteng, Dendy Faizal Amin pada momentum HUT ke-43 Pasar Modal Indonesia, mengajak seluruh masyarakat, khususnya investor terus mempercayakan instrumen investasi pada pasar modal di era new normal.

Dengan meningkatkan transaksi, kata dia, maka akan ada upaya stabilisasi pasar modal dan berimplikasi kepada Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) dan  mayoritas  indeks  acuan  bursa  global. Sebab, saat ini IHSG mengalami penurunan signifikan.

Hingga 7 Agustus 2020, IHSG masih ditutup di zona merah, yakni –18,34 persen. Hal serupa juga dialami bursa global lain yang memiliki total kapitalisasi pasar lebih besar  atau  sama  dengan 100  miliar US dollar.

“Namun  demikian,  Pasar  Modal  Indonesia  masih  berhasil mencatatkan perkembangan yang positif dan kinerja tertinggi di antara bursa-bursa ASEAN,” kata Dendy dalam keterangan tertulis diterima Sulteng Raya, Rabu (12/8/2020).

Dari sisi supply, kata dia, hingga 10 Agustus2020, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) seluruh Indonesia berhasil mencatatkan 35 saham baru, sekaligus merupakan yang tertinggi diantara bursa ASEAN. Sementara itu, dilihat dari segi fund raised, sebesar 260 juta  US dollar.

Baca Juga :   Soal Pengadaan Vaksin Covid-19, Seknas Jokowi Sulteng Dukung Langkah Menteri BUMN

“BEI berada di peringkat ke-2 diantara ASEAN setelah Thailand (2,76 miliar US dollar). Pencatatan saham baru ini di BEIdiikuti dengan 7 pencatatan ETF baru, 1 EBA, dan 1 Obligasi Baru,” katanya.

Selain  itu, berdasarkan  data  dari  World  Federation  of  Exchanges,  sampai  dengan  Juni  2020,  45produkExchange Traded Fund (ETF)di BEI juga merupakan jumlah ETF tertinggi diantara Bursa-bursaEfek di ASEAN, diikuti oleh 18 ETF di Malaysia, 17 ETF di Thailand, 6 ETF diSingapura, dan 1 ETF di Filipina (kategori ETF berbasis indeks lokal).

Memperhatikan pertumbuhan sisi supplydi BEI sampai dengan 10 Agustus  2020,  secara  total  terdapat  44  pencatatan  Efek  baru  yang  terdiri  dari  saham,  obligasi,  dan  efek lainnya dari target 46 Pencatatan efek baru di tahun 2020.

Baca Juga :   Meningkatkan Saldo BritAma Bisa Menang Toyota Alphard

“Dari sisi demand, jumlah investor Pasar Modal Indonesiayang tercatat pada PT Kustodian  Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juli 2020,yang terdiri atas investor saham, reksa dana, dan obligasi telah bertumbuh sebesar 22%dari  tahun  2019  lalu,  menjadi 3,02  juta  investor,” katanya. 

Dari  jumlah  tersebut, 42% diantaranya merupakan investor saham. Kondisi pandemi COVID-19 ternyata tidak menyurutkan minat investor untuk bertransaksi saham.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah rerata harian investor ritel saham yang melakukan transaksi sejak Maretsampai denganJuli 2020, atau meningkat 82,4%dari bulan Maret 2020 sebanyak 51ribu mencapai 93 ribu investor padaJuli 2020.

Angka investor ritel yang bertransaksi di bulan Juli tersebut berada di atas rata-rata investor aktif ritel sejak awal tahun 2020 yang sebanyak 65ribu investor ritel.

Sementara dari sisi aktivitas perdagangan di BEI, tercatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp7,67 triliun/hari sampai dengan periode Juli-2020, dengan total rata-rata frekuensi dan volume transaksi perdagangan masing-masing mencapai 537ribu kali dan 7,91 miliar lembar saham.

Baca Juga :   OJK Ajak Jurnalis Sulteng Berpartisipasi Lomba Menulis

Adapun angkarata-rata frekuensi  perdagangan  di  BEI  tersebut  merupakan  yang  tertinggi  di  Bursa  Efek  kawasan  ASEAN  sejak 2018.

Selanjutnya,  dalam  rangka  memeriahkan Peringatan 43  Tahun  Diaktifkannya Kembali  Pasar  Modal Indonesia,  OJK  dan  SRO  telah  menyiapkan  serangkaian  acara  yang  melibatkan  seluruh  pemangku kepentingan  (stakeholders). 

Selain  untuk  meningkatkan awarenessdan  mengenang  kembali  tonggak sejarah diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, rangkaian acara Peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali  Pasar  Modal Indonesia juga  dapat  menjadi  sarana  untuk  mengkomunikasikan  pencapaian  dan peranan penting Pasar Modal Indonesia dalam perekonomian nasional, serta menjalin hubungan baik antar sesama pelaku pasar modal, media, dan masyarakat pada umumnya.

“Tahun ini juga diadakan kembali kegiatan media berupa Media Gathering Virtual dan Kompetisi PenulisanArtikeldan Fotografi Jurnalistik untuk Wartawan Pasar Modal,” tutupnya. RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed