oleh

Kunjungi Poso, Kepala BNPT Disambut Unjuk Rasa

SULTENG RAYA – Kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen (Pol) Boy Rafli Amar, di Kabupaten Poso, Rabu (12/8/2020) diwarnai aksi unjuk rasa ratusan warga yang tergabung dalam Forum Pembela Masyarakat Cinta Damai (FPMCD) Kabupaten Poso.

Ratusan massa tersebut melakukan aksinya tepat di depan halaman Kantor Bupati Poso, dimana saat itu sedang berlangsung rapat koordinasi Kepala BNPT bersama Bupati Poso Darmin A. Sigilipu yang didampingi sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta sejumlah elemen masyarakat Poso seperti tokoh masyarakat dan tokoh Agama.

Ketua FPMCD Poso, Muhaimin Yunus Hadi dalam orasinya mengatakan pihak kepolisian gagal dalam menciptakan situasi dan kondisi keamanan yang lebih baik di tanah Poso.

Baca Juga :   Jelang Pelantikan, ESI Poso Gelar Turnamen PUBG

Hal ini kata Muhaimin dibuktikan dengan kurang lebih 20 tahun operasi keamanan di Poso, namun sebagian masyarakat masih dilanda keresahan dan ketakutan dalam melakukan aktivitasnya. Bahkan kata Muahimin, operasi yang tengah berjalan hingga hari ini, banyak menyebabkan jatuhnya korban dari masyarakat yang tidak bersalah.

Dalam tuntutannya, pihak FPMCD menginginkan pihak TNI dapat mengambil alih operasi keamanan di Kabupaten Poso.

Lebih jauh, pihak FPMCD berharap terkait peristiwa salah tembak yang telah menyebabkan adanya jatuh korban pada masyarakat yang tidak bersalah, dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Usai menyampaikan orasinya, akhirnya sejumlah perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Bupati Poso, Kolonel (Pur) Darmin A. Sigilipu. Dihadapan perwakilan massa aksi, Bupati Darmin menyatakan, apa yang menjadi keinginan masyarakat telah diakomodir pihak Pemerintah Daerah dengan mengirim surat ke Presiden RI, agar masalah di Kabupaten Poso dapat diselesaikan secara tuntas.

Baca Juga :   Jangan Lagi Menjadi Simpatisan MIT

Dimana, dalam suratnya tersebut Bupati Darmin menegaskan agar pihak TNI benar-benar dilibatkan dalam penanganan operasi keamanan di Poso.  

Dari surat tersebut, ternyata mendapat respon positif oleh pihak Pemerintah Pusat, terbukti adanya pembentukan satuan tugas khusus yang nantinya akan diterjunkan di Poso.

“Satuan khusus ini sementara belum diterjunkan di Poso karena sedang dalam kegiatan yang namanya pra tugas,” urai Bupati Darmin.

Ditambahkannya, jika tidak ada kendala satuan tugas khusus ini akan tiba di Poso tanggal 15 Agustus 2020 dan paling lambat akhir bulan Agustus 2020.

Bupati Darmin juga menyatakan, pihaknya bersama elemen masyarakat Poso dalam pertemuannya dengan pihak BNPT memberikan waktu hingga tahun ini permasalahan keamanan di Poso harus sudah dapat dituntaskan.

Baca Juga :   Prajurit TNI di Poso Siap Tempur

“Kalau tidak, biarlah kami bersama masyarakat untuk bergerak, jika Negara tidak bisa hadir dalam masalah ini,” urainya.

Usai melakukan pertemuan bersama Bupati Poso, akhirnya masa bersama pengurus FPMCD mengakhiri aksinya dengan membubarkan aksi. SYM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed