oleh

Nelayan Ampibabo yang Hilang Belum Ditemukan

SULTENG RAYA – Memasuki hari keempat, Selasa (11/8/2020) pencarian nelayan asal Desa Ampibabo Timur Kecamatan Ampibabo, atas nama Yurin (50 tahun) yang hilang di perairan Teluk Tomini belum membuahkan hasil.  Tim SAR bersama para nelayan tradisional masih terus melakukan pencarian nelayan yang hilang pada Jumat, (7/8/2020) tersebut.

Camat Ampibabo, Andi Syarif AA Labaso, SSos yang terlibat langsung dalam proses pencarian mengatakan, pencarian oleh tim SAR gabungan diperluas hingga ke perairan laut wilayah Kecamatan Kasimbar. Bahkan katanya Tim SAR yang terdiri unsur Pos SAR Parigi, Pos TNI AL Parigi, Polair, BPBD dan Tagana bergeser mendirikan posko di pesisir pantai Desa Sienjo Kecamatan Parigi.

“Tim SAR bergeser ke Sienjo karena  kemungkinan besar korban masih berada di wilayah perairan laut Kecamatan Toribulu di sekitar tempat perahunya ditemukan. Sedangkan bagi masyarakat nelayan tradisional bersama keluarga korban melakukan pencarian di perairan laut wilayah Kecamatan Ampibabo,”ujar Andi Syarif melalui ponsel, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga :   Lagi, Empat Warga Parmout Terkonfirmasi Positif Covid-19

Andi Syarif menambahkan, sesuai koordinasinya dengan Tim SAR, proses pencarian akan dilakukan selama tujuh hingga 12 hari.

“Kami berharap korban tetap ditemukan dalam keadaan hidup. Mohon doa dari seluruh masyarakat,”harapnya.

Korban Yurin dikenal sebagai salah seorang nelayan berpengalaman melaut yang cukup sukses di desanya, sehingga keluarga dan masyarakat Ampibabo tetap optimis Yurin akan ditemukan dalam keadaan selamat. Yurin yang biasa dipanggil Papa Yorno memiliki seorang istri dan tiga orang anak terdiri dari seorang laki-laki orang dan dua orang  perempuan yang sudah besar.

Yurin dilaporkan hilang saat melaut pada Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 14.35 Wita. Laporan tersebut diterima petugas komunikasi Basarnas Palu dari Kepala Desa Ampibabo Timur, pada Sabtu (8/8/2020) malam.

Baca Juga :   Sulfiana Terpilih Jadi Ketua KPU Parmout

Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes mengungkapkan keesokan harinya pada Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 15.00 wita, perahu korban ditemukan seorang nelayan dalam keadaan mesin hidup di perairan Teluk Tomini, tepatnya di seputaran Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar.

Setelah itu, perahu korban ditarik oleh nelayan dan telah tiba di Desa Ampibabo Timur. Saat keluarga korban mengecek perahu tersebut, terlihat bekal makanan yang dibawa oleh korban masih utuh. AJI

Komentar

News Feed