oleh

Penanggulangan Terorisme, BNPT Melibatkan Tokoh Agama

SULTENG RAYA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melibatkan tokoh agama dalam penanggulangan terorisme di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Poso.

“Untuk menyelamatkan anak-anak muda kita agar tidak berafiliasi dengan kelompok teroris, kami melibatkan para tokoh agama,” ungkap Kepala BNPT RI, Komjen Pol Boy Rafli 1Amar usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus silaturahim dengan Forkopimda Sulteg di ruang pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Senin (10/8/2020).

Menurutnya, pelibatan tokoh agama dalam hal memoderasi. Maksudnya, kata Boy, memoderasi alam pikiran agar anak-anak muda tidak tergiur propaganda kelompok-kelompok jaringan teroris.

Apalagi kata dia, kelompok terduga teroris sering menggunakan istilah seolah-olah berjuang atas nama agama. Sehingga, kata dia, melibatkan para tokoh agama diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada kaula muda arti perjuangan dalam menegakan syariat agama,  tentunya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila.

Baca Juga :   Anggota Kodim 1307/Poso Donor Darah

“Mana hal-hal tentunya bertentangan dengan nilai-nilai hukum islam. Kalau ajakannya melakukan aksi-aksi kekerasan dan bahkan melakukan penyerangan terhadap masyarakat dan petugas itu adalah kejahatan yang tentunya jangan sampai masyarakat serta anak-anak kita yang tidak tahu apa-apa ikut dalam kelompok itu. Jadi, pesan itu yang sangat kami harapkan disampaikan oleh para tokoh agama,” katanya.

Selain itu, Komjen Pol Boy Rafli Amar juga menilai perlunya membangun kemitraan yang lebih proaktif dengan berbagai pihak di tingkat daerah terutama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi swasta dan masyarakat sipil lainnya dalam mewujudkan kesiapsiagaan nasional dalam memerangi radikal terorisme di Indonesia.

Ia juga menyampaikan, beberapa hal terkait sinergi dan kolaborasi dalam penanggulangan terorisme yaitu pertama, komitmen untuk bersinergi dalam penanggulangan terorisme. Kedua, menjalin koordinasi yang baik demi keberhasilan program penanggulangan terorisme dan yang ketiga membangun kemitraan yang produktif dengan berbagai pihak.

Baca Juga :   Bawaslu Poso Bentuk Pokja Pengawasan Kampanye dan Penertiban APK

Apalagi menurutnya telah terjadi peningkatan korban dari propaganda ISIS, sehingga masyarakat diharapkan dapat ikut menahan narasi yang menyesatkan tersebut. Untuk itu dibutuhkan pembangunan non fisik berupa perbaikan karakter nasionalisme serta bela negara.

“Saya berharap dengan Rakor ini dapat menghasilkan semangat bersinergi dan komitmen dari pemerintah daerah yang dapat diwujudkan dalam keberlanjutan program penanggulangan terorisme di Provinsi Sulawesi Tengah baik itu dari segi pencegahan, penegakan hukum maupun sinergitas antara kementerian,” kata Komjen Pol Boy Rafli Amar. NDY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed