oleh

Kapolda Sulteng Imbau Petani di Poso Bentuk Kelompok

SULTENG RAYA – Sebagai usaha mencegah terjadinya penganiayaan kembali oleh kelompok terduga teroris, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol Syafril Nursal, mengimbau para petani di Kabupaten Poso membentuk kelompok-kelompok tani.

Bahkan, tegas Kapolda Syafril, jika perlu, petani minta pengawalan saat hendak beraktivitas di kebun.

“Kami meminta petani-petani itu untuk membuat kelompok. Jadi, kalau mereka mau naik ke atas (kebun) supaya melapor kepada satgas yang ada di situ (Poso). Paling tidak, satgas mengetahui bahwa mereka itu sedang berada di kebun. Bahkan kalau perlu, minta pengawalan kepada kami kalau memang dirasakan daerah itu rawan, sehingga mereka itu bisa dikawal,” ujar Irjen Pol Syafril Nursal usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus silaturahim Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Forkopimda Provinsi Sulteng di ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Senin (10/8/2020).

Baca Juga :   Peduli Sulbar, Awana Sawit Lestari Salurkan Logistik

Menurut Irjen Pol Syafril Nursal, selama ini para petani masih banyak tidak disiplin dan pergi ke kebun secara diam-diam dengan mencari jalur lain, sehingga Satgas tidak mengetahui aktivitas masyarakat.

Padahal, kata dia, untuk membuat laporan tidaklah terlalu sulit, karena ada alat komunikasi.

“Asal mereka punya kemauan untuk melapor. Saya ingin supaya para petani membuat kelompok-kelompoknya sehingga mereka tidak sendiri-sendiri. Misalkan, hari ini barangkali lima orang bergotong royong mengerjakan salah satu kebun, lalu besoknya pindah ke kebun lain, lusa juga begitu dan seterusnya. Saya kira hal itu lebih baik,” ungkapnya.

Hal itu juga lah yang terjadi pada petani yang menjadi korban kelompok terduga teroris beberapa waktu lalu. Irjen Pol Syafril Nursal, mengatakan, tim operasi tinombala tidak mengetahui perihal kedua petani pergi ke kebun akibat tidak melapor ke pos.

Baca Juga :   IZI Sulteng Data 776 Jiwa Mengungsi di Desa Mekkatta Sulbar

Sebagai upaya mencari solusi atas permasalahan tersebut, Irjen Pol Syafril Nursal, menjelaskan, Polda Sulteng sudah meminta Kapolres setempat untuk mengkoordinasikan kepada para petani dan Babinkamtibmas membuat kelompok-kelompok.

 

PELAKU PENYERANGAN PETANI DAN PENGHADANGAN ROMBONGAN DINKES POSO SAMA

Pada kesempatan itu, Irjen Pol Syafril Nursal juga menjelaskan, pelaku penyerangan petani di Kabupaten Poso dan pelaku penghadangan rombongan pegawai Dinas Kesehatan Poso merupakan orang sama yakni kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

“Dipastikan itu orang yang sama (Ali Kalora cs). Hal itu berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan kepada mereka-mereka yang kemarin dihadang itu memberikan identifikasi dan ciri-ciri yang sama dengan keterangan salah satu petani yang berhasil melarikan diri,” ujarnya.

Baca Juga :   Lima Truk Bantuan Polda Sulteng Dikirim ke Sulbar

Kemudian, ia menerangkan, berdasarkan keterangan korban penghadangan, pelaku diperkirakan sekitar empat sampai lima orang termasuk Ali Kalora. Hingga saat ini, tim operasi tinombala terus melakukan perburuan anggota kelompok terduga teroris tersebut.

“Saat ini, tim dari operasi tinombala sedang memburu mereka, mudah-mudahan bisa segera ditangkap. Untuk anggota teroris diperkirakan masih cukup banyak sekitaran 15 anggota. Insyaallah dalam waktu dekat, TNI akan bergabung bersama kami melakukan operasi bersama-sama,” jelas Irjen Pol Syafril Nursal. NDY

Komentar

News Feed