oleh

Jadikan Sastra Unisa, Pusat Kajian Bahasa dan Sastra di Sulteng

-Pendidikan-dibaca 1.009 kali

SULTENG RAYA-Keberadaan Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu saat ini mungkin belum begitu dikenal masyarakat luas Sulawesi Tengah. Salah satu fakultas tertua di Universitas Alkhairaat Palu ini sesungguhnya punya peluang strategis dalam pengembangan kajian bahasa dan kesusastraan di Sulawesi Tengah. Apalagi provinsi terpanjang di Pulau Sulawesi ini memiliki kekayaan bahasa dan budaya.

Hal itulah yang menjadi obsesi Syamsuddin,S.S,M.Si selaku Dekan Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Palu saat ditemui media ini Rabu (5/8/2020) sore. Dipercaya menjadi pucuk pimpinan Fakultas Sastra periode 2020-2024, Syamsuddin mengaku sudah menyiapkan banyak program, baik sifatnya jangka pendek maupun jangka panjang. ‘’Salah satu keinginan besar saya adalah menjadikan fakultas sastra Unisa sebagai pusat kajian bahasa dan kesusastraan di Sulawesi Tengah,’’jelasnya.

Baca Juga :   MOMEN HGN DAN HUT KE 76 PGRI, Insan Pendidikan di Wilayah IV Palu Barat-Ulujadi Berbagi Sembako

Menurutnya, obsesi itu bukanlah hal yang berlebihan. Mengingat Fakultas Sastra dengan program studi Sastra Indonesia merupakan satu-satunya jurusan sastra murni perguruan tinggi di Sulawesi Tengah. Hal itu berarti, kajian ilmunya  lebih fokus pada bidang bahasa, sastra dan budaya khususnya di wilayah Sulawesi Tengah menurutnya, masih cukup banyak bahasa, karya sastra dan budaya di Sulawesi Tengah yang belum dieksplore. Padahal hal itu merupakan salah satu asset/kekayaan daerah Sulawesi Tengah yang dihuni oleh beragam suku dan agama.

Pria kelahiran Bone, 3 Mei 1976  yang juga merupakan Jurnalis SCTV/Indosiar Palu ini  juga akan menitikberatkan kegiatan tridharma perguruan tinggi (baik di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian). ‘’Khusus bidang penelitian, kami nantinya dosen dan mahasiswa akan banyak turun lapangan melakukan penelitian terkait bahasa,kesusastran maupun budaya di Sulawesi Tengah. Apalagi di daerah ini, sangat banyak ragam bahasa dan budaya.Itu menarik dan penting untuk diteliti,’’tandasnya lagi.

Baca Juga :   Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan, Siswa SMAIT Al-Fahmi Palu Ikuti LDKS

Ditanya soal prospek luaran atau alumni Sastra Indonesia, Suami dari Eva ini meyakinkan kalau di era kini  peluangnya cukup banyak. Lulusan Sastra Indonesia tidak lagi melulu jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), penulis, jurnalis ataupun seniman. Lebih dari itu, lulusan juga bisa berkarir di berbagai sektor. Apalagi saat ini, hampir semua instansi memberikan ruang kerja kepada semua lulusan sarjana.

Ditambahkan, selain menyangkut pengkajian bidang bahasa, sastra dan budaya, fakultas sastra Unisa juga nantinya akan menjalin kerjasama dengan berbagai institusi baik pemerintah maupun swasta di kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Selama beberapa tahun terakhir ini, program kerjasama itu telah terjalin dengan sejumlah instansi seperti, Dinas Pendidikan Kota Palu, Dewan Kesenian Kota Palu, Balai Bahasa, Kantor Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah serta lembaga-lembaga kesenian dan budaya di Kota Palu. ‘’Jadi kami akan terus perluas dan buka kerjasama dengan berbagai pihak. Adapun kerjasama yang selama ini terjalin, akan kami teruskan dan kembangkan,’’pungkasnya. */ENG

Komentar

News Feed