oleh

BI Dorong Pengembangan UMKM Lokal Berbasis Syariah

SULTENG RAYA – Dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi syariah nasional, Bank Indonesia (BI) mempunyai peran melakukan pengembangan perekonomian syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Mengingat potensinya cukup besar, dengan dukungan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Namun sangat disayangkan, dengan potensi dimaksud, peran Indonesia masih lebih kepada sasaran Big Market, bukan sebagai player.

Mengantisipasi hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (KPwBI Sulteng) melaksanakan pendampingan kepada UMKM dan melakukan pembinaan kepada Pondok Pesantren melalui optimalisasi peranan unit usaha Pesantren dalam mendorong kemandirian ekonomi Pesantren.

Karena kendala pandemi covid-19, maka pendampingan kepada UMKM dilakukan secara virtual, yakni webinar Pengembangan UMKM Lokal Berbasis Syariah melalui Sertifikasi.

Disamping itu, kegiatan tersebut dirangkaian dengan pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman Business Matching (B to B) antara UMKM antar pelaku usaha 30 Juli 2020 kemarin, sebagai rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) KTI 2020, yang merupakan kegiatan rutin tahunan Bank Indonesia berskala nasional yang bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sebagai bentuk dedikasi Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Syariah Nasional.

Baca Juga :   32 Desa se-Sulawesi Sudah Nikmati Pertashop

KPwBI Sulteng mengundang Narasumber dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palu yang dihadiri oleh Kepala Dinas, Eka Komalasari dengan materi terkait Prosedur Pengurusan Izin Usaha dan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah yang dihadiri Sofyan Arsyad dengan materi Prosedur dan Layanan Sertifikasi Halal.

Kegiatan dibuka Kepala KPw Sulteng, M. Abdul Majid Ikram. Dalam arahannya, Majid menyampaikan, potensi pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah membutuhkan sinergitas dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Akademisi dari Universitas Tadulako, Moh. Ahlis Djirimu dan Dr. H. Hilal Malarangan M.H.I dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Baca Juga :   OJK-FK IJK Bantu Gawai dan Wifi Anak di Huntara

Disamping itu, kegiatan tersebut juga mengikutsertakan Pondok Pesantren binaan KPw Sulteng yakni Pesantren Al-Istiqamah Ngatabaru dengan unit usaha Minimarket Santri dan produksi Roti.

Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi dengan unit usaha AMDK, Pesantren Hidayatullah dengan unit usaha Air Minum Isi Ulang, Pesantren Raudhatul Mustafa Lilkhairaat dengan unit usaha produksi Roti dan Pesantren Alkhairaat Luwuk dengan unit usaha Air Minum Isi Ulang, seluruh UMKM Food dan Craft binaan mitra dan anggota GenBI Prov. Sulawesi Tengah dalam hal peningkatan kapasitas SDM.

Pelaksanaan webinar menjadi suatu langkah awal dalam mendorong pengembangan UMKM lokal berbasis syariah di Sulawesi Tengah melalui perizinan dan sertifikasi produk, agar dapat mengubah kondisi Indonesia yang merupakan Big Market untuk produk halal dunia dan dapat menjadi player pada pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga :   Bank Mandiri Mengenalkan Digiresto ke Pelaku IKM Binaan Disperindag

Sertifikasi halal pada produk menjadi jaminan klinis atas produk yang dikonsumsi masyarakat dan sangat berdampak baik bagi UMKM untuk menjaga kepercayaan dan loyalitas konsumen.

Dari upaya yang telah dilakukan oleh KPwBI Sulteng tersebut, UMKM binaan dan mitra KPw Sulteng berhasil lulus kurasi berdasarkan assessment dan wawancana dengan Dewan Industri Kreatif Syariah Nasional (IKRA) sebanyak 6 (enam) UMKM dari 6 (enam) UMKM yang diusulkan.

Saat ini UMKM IKRA terpilih sedang mengikuti Booth Camp Pelatihan Anggota IKRA Indonesia 2020 yang dilaksanakan secara virtual. Kemudian, KPwBI Sulteng juga telah menginisiasi pelaksanaan Business Matching dengan konsep Business to Business (B to B) yakni antara UMKM Rapoviaka Simple produk olahan cokelat dengan toko oleh-oleh UD. Bintang Soraya.

Hal dimaksud bertujuan untuk mendorong produktivitas dan peningkatan akses pasar UMKM melalui kerjasama bisnis.*/RHT

Komentar

News Feed