oleh

Hari Ini, Kasat Narkoba Polres Morowali Dilapor ke Propam Polda

SULTENG RAYA – Tim Penasihat Hukum Pembela Rakyat untuk Demokrasi (PRD) Sulawesi Tengah (Sulteng), rencananya melakukan pelaporan kepada Penyidik dan Kasat Narkoba Polres Morowali ke Propam Polda Sulawesi Tengah, Rabu (5/8/2020) hari ini.

“Kami akan melaporkan penyidik dan Kasat Narkoba Polres Morowali ke Propam Polda Sulteng besok (Hari ini),” ujar salah seorang Kuasa Hukum, Adi Prianto kepada Sulteng Raya, Selasa (4/8/2020).

Informasi yang dihimpun, pelaporan itu terkait dugaan adanya kejanggalan terkait penahanan terhadap terduga penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang diketahui bernama Arman alias AU dan MF, sejak 24 Mei 2020 yang dilakukan oleh Penyidik dan Kasat Narkoba Polres Morowali.

Sumardi selaku perwakilan Tim Penasihat Hukum dari Arman menceritakan, pada 24 Mei 2020 telah terjadi penangkapan yang dilakukan penyidik dan Kasat Resnarkoba Polres Morowali kepada dua orang terduga yang memiliki sabu yakni Arman dan MF.

Hasil penangkapan, kepolisian menemukan satu sachet berisi sabu yang dikemas dengan sarung milik MF. Pada saat itu kata Sumardi, kliennya yang bernama Arman alias AU tidak mengetahui bahwa paket kiriman sarung milik MF itu berisi sabu.

“Klien kami Arman dimintai tolong oleh MF untuk mengambil kiriman paket yang berisi sarung milik MF. Kiriman itu dari Palu tujuan Morowali. Begitu diambil itu kiriman, rupanya mobil yang membawa kiriman itu sudah ada pihak kepolisian, dan langsung  klien kami ditangkap dan dibawa dari TKP ke rumah MF, Desa Bahomante, Bungku Tengah,” kata Sumardi.

Baca Juga :   Lagi, Polsek Bahodopi Ringkus Pengedar Sabu

Lanjutnya, saat penggeledahan itu, kepolisian melibatkan warga dan kepala desa setempat, didapatilah sarung yang berisi paket sabu yang pada saat itu MF mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya berdasarkan keterangan yang berada di dalam rekaman video saat penggeledahaan dan penangkapan.

“Dibawalah mereka berdua ke Polsek Bungku Tengah untuk ditahan. Setelah dua hari menjalani penahanan di Polsek Bungku Tengah, mereka dipindahkan ke Polsek Bumi Raya,” jelas Sumardi.

Titik fokus yang akan mereka laporkan ke Propam kata Sumardi, adalah pembebasan terhadap MF yang terbukti berdasarkan hasil pengakuan dalam rekaman video penggeledahan, diduga sebagai pemilik sabu tanpa proses BAP, sedangkan klien mereka Arman Alias AU yang nyatanya tidak mengetahui apapun hingga saat ini masih ditahan di Mapolsek Bumi Raya, Morowali.

Laporan kedua beber Sumardi, penahanan klien mereka Arman alias AU, pada saat dilakukan BAP oleh Penyidik Klien mereka tidak didampingi oleh penasihat hukum. “Jelas ini melanggar ketentuan hukum acara pidana sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 56 adalah kewajiban penyidik untuk menunjuk penasihat hukum bagi tersangka yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih,” tegasnya.

Baca Juga :   Lagi, Polsek Bahodopi Ringkus Pengedar Sabu

Selain itu, penasihat Hukum Arman alias AU juga meminta Penyidik untuk melakukan BAP kembali terhadap klien mereka. “Sebab BAP yang dilakukan penyidik Polres Morowali sebelumnya dianggap ilegal karna tidak susai dengan ketentuan hukum acara pidana,” jelas Sumardi.

Sejauh ini kata Sumardi, klien mereka telah dizholimi, sebab orang yang seharusnya ditahan, tetapi tidak ditahan seperti saudara MF dan sopir yang mengemudikan mobil pembawa paket sabu.

“Seharusnya sopir ditahan untuk dimintai keterangan, dan mobil sebagai salah satu alat bukti,” jelas Sumardi.

Sementara, Kasat Narkoba Iptu Haryadi bersama Penyidik mengaku sudah melakukan proses hukum sesuai prosedur dan tahapan yang benar. “Kalau dibilang kita tidak sesuai prosedur, itu tidak benar,” kata Kasat Narkoba Polres Morowali, Senin (3/7/2020). 

Iptu Haryadi mengatakan, penangkapan tersangka Arman alias AU dilakukan di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Pos Kamling Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, berdasarkan LP.A/25/V/Res.4.2/2020/Sulteng/Res Morowali, tanggal 24 Mei 2020. “Kami sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, mulai dari melakukan wawancara terhadap terduga pelaku, melakukan wawancara terhadap saksi, melakukan gelar perkara, melakukan penetapan tersangka dan melakukan penahanan terhadap tersangka,” jelasnya.

Menurutnya, adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa, satu sachet palstik bening yang berisi narkotika jenis sabu, satu dos sarung warna ungu, satu kain sarung, serta satu lembar kain tisu warna putih, dan sejumlah saksi pun telah diperiksa, baik dari pihak kepolisian maupun saksi pihak sipil yang berada di sekitar tempat kejadian.

Baca Juga :   Lagi, Polsek Bahodopi Ringkus Pengedar Sabu

“Sejumlah saksi tersebut diantaranya, Bripda Muhammad Syukriadi, Bripka Mularto, Brigpol Gerald T Imbar dan Anwar Karim, setelah dilakukan gelar perkara, pasal yang disangkakan untuk tersangka Arman alias AU adalah pasal 112 ayat (1) dan /atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Kasat Narkoba. 

Selanjutnya kata Kasat, untuk menetapkan tersangka Arman alias AU, sudah melalui mekanisme gelar perkara yang dihadiri Kasi Propam, Kasiwas, Kasubbag Hukum diwakili Kabag Sumda, KBO Reskrim diwakili anggota Reskrim, dan Kasat Binmas selaku penyidik senior. 

Hasil gelar perkara, masing-masing memberikan saran yang kemudian disimpulkan bahwa tersangka bisa ditingkatkan dalam penyidikan, karena pada saat dilakukan penangkapan, barang bukti berada atau dalam penguasaan Arman Alias AU. “Kita juga sudah melakukan tes labfor dan hasilnya positif mengunakan narkoba, perlu diketahui juga, penetapan seseorang menjadi tersangka berdasarkan hasil gelar perkara, bukan oleh Kasat Narkoba atau penyidik, intinya kami sudah melakukan prosedur dan tahapan yang benar, jadi kami sangat menghargai proses hukum yang berlaku,” tegas Iptu Haryadi. YAT/BMG

Komentar

News Feed