oleh

Juli, NTP Sulteng Turun

SULTENG RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah menyebut, indeks Nilai Tukar Petani atau NTP Sulteng pada Juli 2020, melemah 0,76 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juni 2020.

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk, menjelaskan, penurunan tersebut membuat NTP daerah secara kompherhensif menjadi 93,29 persen.

“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsimaupun untuk biaya produksi. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa subsektor pertumbuhan negatif dan subsektor lain sebagai penopang,” tuturnya,Senin (3/8/2020).

Jika merinci pada Indeks harga yang diterima petani (It)  dan indeks harga yang dibayar petani (Ib), NTP 0,76 persen tersebut mengalami kenaikan sangat tipis, yakni 0,003 persen. Namun, kata dia, hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi penurunan secara kumulatif subsektor.

Baca Juga :   Dispora Palu Gelar Lomba Stand Up Comedy

“NTP tertinggi terjadi pada subsektor perikanan sebesar 99,05, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 89,33,” katanya.

Jika mengacu pada Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP), Sulteng pun mengalami penurunan 0,79 persen menjadi sebesar 95,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“NTUP ini merupakan hitungan biaya produksi pertanian tanpa melihat konsumsi petani,” ucapnya.

Di tingkat nasional, NTP bulan Juli 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen, demikian juga dengan NTUP mengalami peningkatan sebesar 0,28 persen.  Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Juli 2020 masing-masing sebesar 100,09 persen dan 100,53 persen.RHT

Komentar

News Feed