oleh

SMPN 14 Palu Berkurban 3 Ekor Sapi

SULTENG RAYA- SMPN 14 Palu berkurban tiga ekor sapi, proses penyembelihan dilaksanakan di halaman sekolah jalan Letjend Suprapto, Sabtu (1/8/2020). kegiatan itu merupakan bentuk kerjasama dan partisipasi  para guru, serta dorongan dan dukungan kepsek sehingga SMPN 14 Palu.

Kepala SMPN 14 Palu, Harlina mengatakan giat tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun, hal itu merupakan bentuk kewajiban yang harus dilakukan oleh para guru, sebagai orang yang mampu dari segi penghasilan.

“Kami rutin melaksanakannya setiap tahun, kegiatan ini sunnah, artinya dilakukan oleh orang-orang yang mampu, dan saya berpikir guru-guru saya ini tergolong orang-orang yang mampu, karena mereka memiliki penghasilan yang cukup, bahkan mungkin ada kelebihan, jadi tidak ada alasan untuk mengatakan tidak mampu karena ini juga dilakukan hanya sekali dalam setahun,” kata kepsek kepada Sulteng Raya.

Baca Juga :   Fisip Dapat Dua Kado Istimewa di Diesnatalis ke-58

Bukan hanya itu kata kepsek, bahkan dirinya juga terlibat dan ikut berpartisipsi dalam berkurban, meskipun dirinya tidak beragama muslim, hal itu yang menjadi motivasi para guru dalam melaksanakan kegiatan berkurban.

“Saya tidak hanya mengimbau kepada guru-guru saya, tapi saya sebagai pimpinan juga harus terlibat, saya juga berpartisipasi, kita membagi dalam tiga kelompok dan saya termasuk, sebagai bentuk toleransi umat beragama, meskipun saya non muslim tapi selaku pimpinan saya harus mendorong teman-teman guru agar melaksanakan ini, supaya menjadi motivasi bagi teman-teman sekalian,” katanya.

Ia juga mengatakan kurban tersebut akan disalurkan kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada disekitar SMPN 14 Palu, dan juga sebagaian akan diberikan kepada peserta didik yang kurang mampu, dan ke panti asuhan.

Baca Juga :   Unismuh Palu Rencanakan Shalat Id di Kampus

“Ini akan kami bagikan kepada tetangga-tetangga disekitar yang tidak mampu, dan ada juga beberapa peserta didik kita yang kurang mampu, dan  jika ada sisa maka akan diantarkan kepanti-panti asuhan yang terdekat,” kata kepsek.

Lebih lanjut kata kepsek, sebelum disalurkan hewan kurban tersebut terlebih dahulu akan diperiksa oleh dinas peternakan untuk memastikan kondisi kelayakan sapi tersebut apakah layak untuk dikonsumsi.

“Kita juga mengundang perwakilan dari dinas kesehatan untuk memeriksa kondisi sapi, kemudian kriteria sapi yang layak dijadikan kurban, kondisi daging dan yang paling penting kondisi hatinya apakah mengandung banyak cacing pitanya, jadi sebelum dibagi kemasyarakat dilihat terlebih dahulu kelayakannya,” ucap kepsek.

Baca Juga :   Akademisi STPL Palu Sebut Tolitoli Potensial Ekspor Perikanan

Ia berharap melalui kegiatan ini para guru dapat termotivasi sehingga kedepannya kegiatan ini tetap dilaksanakan bahkan lebih ditigkatkan lagi.JAN

Komentar

News Feed