oleh

Jumlah Peserta Upacara HUT RI di Sulteng Dibatasi

SULTENG RAYA – Sejak awal Maret 2020, pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia. Hingga saat ini, Pemerintah masih terus berupaya menangani wabah virus tersebut.

Akibat pandemi itu, sejumlah agenda pemerintahan mulai dibatasi, demi mencegah penularan dan Covid-19. Salah satunya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Guna mencegah penularan Covid-19, Pemerintah menggelar sosialisasi pelaksanaan peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 secara virtual, pada Kamis (30/7/2020).

Khusus peringatan HUT ke-75 RI di Sulteng, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng akan membatasi jumlah peserta upacara. Begitu juga pasukan penggerek bendera, sebelumnya ratusan menjadi puluhan pasukan.

Kepala Biro Protokol Presiden, Yayat, menyampaikan, pelaksanaan upacara HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di Istana dilakukan secara terbatas. Bahkan, pelaksanaannya bakal dilakukan secara virtual.

“Tidak ada komponen masyarakat yang kami undang secara langsung. Kemudian bentuk pasukan yang dihadirkan pun dari ratusan tentara menjadi puluhan,”jelasnya.

Olehnya itu, Yayat meminta kepada pemerintah daerah bergabung mengikuti pelaksanaan upacara di Intana Negara secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pelaksanaannya secara virtual. Untuk jadwalnnya akan dibagikan oleh Kementerian Sekretariat Negara,” jelasnya.

Sebelumnya, sudah digelar Rapat Koordinasi Persiapan Rangkaian Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 secara virtual pada Rabu (29/7/2020). Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Dg Palabbi menghadiri rakor tersebut di ruang vidcon Kantor Gubernur Sulteng.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menjelaskan upacara di Istana dilaksanakan secara minimalis dengan menggunakan 3 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

“Sedangkan pejabat yang hadir di Istana tidak lebih dari 7 orang pejabat negara,” jelasya.

Olenya itu, kepala daerah diminta mempersiapkan Rangkaian HUT ke-75  Kemerdekaan RI dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mulai dari pemasangan atribut acara pada tanggal 1 Agustus 2020 serta mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar melakukan sikap sempurna untuk menghormati detik-detik proklamasi.

Kemudian, pada 17 Agustur 2020, masyarakat diminta mengkumandangkan lagu Indonesia Raya secara bersamaan pada saat kenaikan Bendera Merah Putih pada pukul 10.17 WIB.

Turut mengikuti, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Haris Kariming di ruang vidcon Kantor Gubernur Sulteng.   RAF

SULTENG RAYA – Sejak awal Maret 2020, pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia. Hingga saat ini, Pemerintah masih terus berupaya menangani wabah virus tersebut.

Akibat pandemi itu, sejumlah agenda pemerintahan mulai dibatasi, demi mencegah penularan dan Covid-19. Salah satunya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Guna mencegah penularan Covid-19, Pemerintah menggelar sosialisasi pelaksanaan peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 secara virtual, pada Kamis (30/7/2020).

Khusus peringatan HUT ke-75 RI di Sulteng, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng akan membatasi jumlah peserta upacara. Begitu juga pasukan penggerek bendera, sebelumnya ratusan menjadi puluhan pasukan.

Kepala Biro Protokol Presiden, Yayat, menyampaikan, pelaksanaan upacara HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di Istana dilakukan secara terbatas. Bahkan, pelaksanaannya bakal dilakukan secara virtual.

“Tidak ada komponen masyarakat yang kami undang secara langsung. Kemudian bentuk pasukan yang dihadirkan pun dari ratusan tentara menjadi puluhan,”jelasnya.

Olehnya itu, Yayat meminta kepada pemerintah daerah bergabung mengikuti pelaksanaan upacara di Intana Negara secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pelaksanaannya secara virtual. Untuk jadwalnnya akan dibagikan oleh Kementerian Sekretariat Negara,” jelasnya.

Sebelumnya, sudah digelar Rapat Koordinasi Persiapan Rangkaian Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 secara virtual pada Rabu (29/7/2020). Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Dg Palabbi menghadiri rakor tersebut di ruang vidcon Kantor Gubernur Sulteng.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menjelaskan upacara di Istana dilaksanakan secara minimalis dengan menggunakan 3 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

“Sedangkan pejabat yang hadir di Istana tidak lebih dari 7 orang pejabat negara,” jelasya.

Olenya itu, kepala daerah diminta mempersiapkan Rangkaian HUT ke-75  Kemerdekaan RI dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mulai dari pemasangan atribut acara pada tanggal 1 Agustus 2020 serta mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar melakukan sikap sempurna untuk menghormati detik-detik proklamasi.

Kemudian, pada 17 Agustur 2020, masyarakat diminta mengkumandangkan lagu Indonesia Raya secara bersamaan pada saat kenaikan Bendera Merah Putih pada pukul 10.17 WIB.

Turut mengikuti, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Haris Kariming di ruang vidcon Kantor Gubernur Sulteng.   RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed