oleh

IMM Sulteng Komitmen Jaga Ideologi Pancasila

SULTENG RAYA – Kepala Kesbangpol Sulteng, Dr. Fahrudin D. Yambas mengatakan, organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tengah (Sulteng) berkomitmen dan ambil bagian dalam menjaga ideologi pancasila

“Pancasila sudah final dan terbukti menjadi dasar kehidupan di masyarakat. Maka dari itu dengan adanya kegiatan ini, IMM ambil bagian untuk menjaga ideologi pancasila,” kata Fahrudin saat menjadi narasumber dalam dialog publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Provinsi Sulteng, di Kedai Sigma, kota Palu, Sabtu (25/7/2020) malam.

Fahrudin menegaskan, presiden memiliki kewenangam untuk mengambil keputusan terkait RUU HIP.

Dirinya menyebutkan, ada empat hal perlu dipahami secara bersama-sama menjadi penyangga berdirinya NKRI. “Hal pertama Pancasila itulah ideologi final sudah teruji dan terbukti yang lahir dari nilai-nilai tumbuh dari kepribadian bangsa Indonesia telah mengayomi dan aneka ragam kepentingan dan perbedaan,” katanya.

Kemudian lanjut Fahrudin, UUD 45 dari kajian, salahsatunya pembukaan UUD 45 jelas tersurat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah rakyat Indonesia. “Jangan sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah, tapi semua  stakeholder harus menjadi bagian untuk melindungi masyarakat Indonesia. Sebab pemerintah memiliki kemampuan terbatas,” katanya.

Menurutnya, Bhineka Tunggal Ika adalah spirit pendiri bangsa Indonesia, sebab bangsa Indonesia lahir dari keanekaragaman. “NKRI dari Sabang sampai Merauke sudah merupakan satu kesatuan. Inilah menjadi konsensus bernegara harus dijaga demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Perwakilan akademisi Unismuh Palu, Dr. Rafiudin Nurdin yang ikut menjadi narasumber dalam kegiatan itu menegaskan, Pancasila sudah menjadi sumber dari segala sumber hukum, sehingga RUU tersebut harus dicabut, sebab tidak sesuai kepribadian bangsa Indonesia.

Dr. Rafiudin Nurdin menyebutkan, ada lima butir sila terdapat di Pancasila harus tetap dijaga dan dijalankan anak bangsa Indonesia. “Sebab lima butir sila Pancasila tersebut telah mengakomodir segala kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia,” kata Wakil Rektor 1 Unismuh Palu itu.

Sementara, anggota DPRD Sulteng, Yahdi Basma yang juga ikut menjadi narasumber mengatakan, RUU HIP penting sepanjang memang tidak memberi monopoli definisi Pancasila dalam perspektif kekuasaan belaka, tapi menghimpun tafsir objektif dalam kerangka kepentingan rakyat Indonesia.

Yahdi menyebutkan, secara konsepsional ada lima cara pandang dalam kehidupan, urutannya tidak bisa terbalik, yakni teologis, filosofis, ideologis, politis dan praktis.

“Lima cara pandang inilah masuk ke dalam lima butir pancasila,” ujarnya. */YAT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed