oleh

Disperindag Sulteng Dorong IKM ‘Go Ekspor’

SULTENG RAYA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri mengadakan seminar IKM go ekspor di salah satu hotel Kota Palu, Kamis (23/7/2020).

Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo Djanggola, mengatakan, kegiatan itu untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan IKM, serta pelaku usaha meningkatkan daya saing produk dan dapat berinovasi mengembangkan produk usahanya, agar dapat diterima skala internasional.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah informasi dan pengetahuan mengenai kebijakan perdagangan bagi para IKM dan pelaku usaha. Melalui kegiatan ini diharapkan IKM dan pelaku usaha dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini sebagai tindaklanjut dari kegiatan Disperindag Sulteng bersama Lembaga Karantina Pertanian serta merupakan langkah selanjutnya untuk pelaku yang mau melakukan ekspor,” jelas Richard Arnaldo Djanggola.

Baca Juga :   BKKBN Dorong Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Masa Pandemi Covid-19

Pada kegiatan itu, ia mengungkapkan, terjadi peningkatan nilai ekspor Sulteng pada 2019. Nilai ekspor Sulteng 2018 sebesar 3.633 juta US Dolar meningkat pada 2019 menjadi 4.774 juta US Dolar dan terjadi peningkatan sekitar 110 persen.

Selain itu, Richard juga menjelaskan, di antara provinsi di Indonesia, yang meningkat nilai ekspornya di atas 100 persen hanya dua provinsi, yakni Sulteng dan Maluku Utara.

“Sampai 2019, nilai ekspor Sulteng sudah signifikan di atas target yang ditetapkan. Sulteng berada di posisi ketiga setelah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara, data Januari sampai Mei 2020, kata dia, terjadi peningkatan nilai ekspor dari tahun sebelumnya sebanyak 30 persen.

Baca Juga :   Longki Imbau Jangan Tumpuk Kerja di Akhir Tahun

“Artinya, dampak pandemi Covid-19 di Sulteng bisa dikatakan untuk pertumbuhan ekspor itu tidak terlalu berdampak secara serius. Meski sudah signifikan namun perlu ditingkatkan lagi. Dengan data tersebut, saya berharap para IKM dan pelaku usaha bisa terpicu dan mudah-mudahan bisa menjadi bahan bagi para calon eksportir, kita harus menghasilkan produk-produk yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas, nasional maupun internasional karena ada banyak potensi untuk ekspor di Sulteng,” jelasnya.

Turut hadir, Pejabat Widyaiswara Ahli Utama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Sulteng, Abubakar Almahdali, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Pengawasan Unit Pelayanan Bea Cukai Pantoloan, Irwan Sakti Alamsyah, Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Palu, Khoirul Makmun dan Kakanwil Perbendaharaan Sulteng. NDY

Komentar

News Feed