oleh

Balon Bupati Perseorangan Ragukan Independensi Jajaran KPU Poso

SULTENG RAYA – Bakal Calon (Balon) Bupati Poso dari jalur perseorangan, T Samsuri merasa kecewa atas kinerja jajaran KPU Poso,  terutama pihak PPS saat melakukan verifikasi faktual (verfak) dukungan KTP jalur perseorangan.  

Seperti diketahui, Balon Bupati Poso, T Samsuri yang berpasangan dengan Tony Sowolino maju Pilkada Poso melalui jalur perseorangan.  

Wakil Bupati Poso dua periode ini, mengungkapkan kekecewaan dirinya karena sikap petugas PPS dengan melakukan pertanyaan yang diulang-ulang kepada warga yang memberikan dukungan pada bakal paslon Samsuri – Tony.

“Pertanyaan yang berulang-ulang ini, seakan akan ada upaya intimidasi,” ungkap Samsuri saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, kata Samsuri, dari informasi serta bukti rekaman yang diperoleh tim relawan pasangan Samsuri – Tony, petugas PPS juga terkesan menggiring warga dengan kesan mengancam, kalau mendukung pasangan Samsuri-Tony bakal tidak mendapat bantuan BLT.

Baca Juga :   Pemprov dan Pemda Poso Sosialisasi Perlindungan Konsumen

Dengan adanya kejadian tersebut, T Samsuri mengaku meragukan independensi jajaran penyelenggara adhoc di KPU Poso. Kemudian, karena merasa hak konstitusionalnya dilanggar, akhirnya bapaslon ini melaporkan kejanggalan yang dirasakan ke pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Poso, dengan harapan ada tindakan kongkrit yang dilakukan lembaga pengawas yang berkantor di seputaran jalan Pulau Bali Poso ini.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Poso, Abd. Malik Saleh kepada media ini menyatakan, dari semua surat laporan yang disampaikan Bapaslon Samsuri- Tony telah ditindaklajuti sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Seperti sikap petugas PPS yang melakukan pertanyaan berulang-ulang,  pihak Bawaslu telah menyurati pihak KPU Poso untuk melakukan pembinaan kepada jajarannya, khususnya para petugas PPS yang melakukan verfak di lapangan.

Baca Juga :   Pemprov dan Pemda Poso Sosialisasi Perlindungan Konsumen

Menurut Abdul Malik,  terkait adanya ancaman seperti tidak mendapat BLT kalau mendukung pasangan Samsuri- Tony tidak dilaporkan kepada Bawaslu. Bahkan kata Abd. Malik, pihaknya juga telah meminta kepada Bapaslon perseorangan untuk melengkapi laporan dengan menyertai tempat kejadian, waktu kejadian serta bukti-bukti lainnya.

Namun kata Abd. Malik, hingga saat ini Bawaslu belum mendapat balasan dari Samsuri- Tony terkait permintaan kelengkapan laporan yang dimaksud.

Ketua KPU Kabupaten Poso, Budiman Maliki yang dikonfirmasi media ini menyatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait surat dari pasangan Bapaslon Samsuri – Tony.

Hal ini kata dia, semata-mata menyangkut etika, karena secara langsung surat dari pihak Bapaslon tidak diterima oleh pihak KPU Poso, termasuk tembusannya. SYM

Baca Juga :   Pemprov dan Pemda Poso Sosialisasi Perlindungan Konsumen

Komentar

News Feed