oleh

Disperindag Sulteng Latih 11 Startup Baru

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng bersinergi dengan Inkubator Maleo Techno Center Kota Palu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Start Up Tenant Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) 2020 di salah satu hotel di Kota Palu, Senin sampai Rabu (20-22/7/2020).

Kepala Disperindag, Richard Arnaldo, menyampaikan, Startup digital adalah suatu organisasi perusahaan digital baru didirikan  berada dalam fase pengembangan dan penelitian terkait pasar tepat. Startup identik dengan bisnis dibidang teknologi dan internet.

Menurutnya, pelaku usaha banyak digandrungi kalangan milenial yang memiliki semangat tinggi dan jiwa kreativitas serta inovatif.

Hampir sebagian besar usaha didirikan millenial sukses. Bahkan, menjadi motor penggerak perekonomian saat ini. Ia menambahkan, dengan adanya potensi pengguna internet di Indonesia semakin naik, tentunya merupakan suatu peluang untuk mendirikan sebuah startup.

Menurut Kadis, Sulteng memiliki potensi daerah industri yang tidak kalah dengan daerah lain yang sudah maju, termasuk di sektor industi kreatif digital. Potensi  utama karena ada populasi masyarakat sekitar 2,8 juta jiwa. Selain itu masih banyak potensi yang bisa dimanfaatkan oleh industri kreatif digital. Tinggal bagaiamana membangun kompetensi dan sistem yang mendukung.

Baca Juga :   BKKBN Dorong Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Masa Pandemi Covid-19

“Kita sudah memiliki inkubator bisnis teknologi informasi atau Maleo Techno Center yang dibentuk pada 2013 oleh Kementrian Perindustrian RI bekerja sama dengan Disperindag yang sudah melahirkan beberapa startup yang menjadi cikal bakal untuk mendukung ekosistem industri daerah,” tuturnya.

Lanjutnya, inkubator bisnis pada umumnya sangat penting karena perusahaan pemula sangat rentan terhadap kegagalan atau kebangkrutan. Melalui proses inkubasi bisnis startup, lanjutnya, pendampingan, pelatihan, fasilitas pengembangan produk, akses kelembagaan kepada pengusaha pemula berbasis teknologi informasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kemapuan bisnis yang muaranya akan meningkatkan kualitas produk dan bisnisnya.

“Jika saya boleh analogikan, inkubator startupa ini sama halnya dengan inkubator bayi baru lahir. Mereka harus dimasukkan dahulu di inkubator karena ada mungkin lahir prematur, tidak bernafas dengan baik, berat badannya kurang baik, harus dimasukkan, disehatkan dahulu diberikan oksigen yang baik untuk bisa sehat kemudian keluar,” ungakp Richard.

Baca Juga :   November, NTP Sulteng 94,38

“Keinginan kalianlah yang membuat bayi tadi ini bisa sehat. Kalau kalian mau, inkubator ini hanya alat, media, semua bisa hidup dan tidak bisa hidup tergantung dari kemauan kita. Kita berikan bantuan dalam bentuk transfer ilmu, bantuan manajemen bisnis, produk dan lainnya,” katanya.

Richard Arnaldo melanjutkan, khusus binaan pemerintah di Sulteng, saat ini pertumbuhan startup sejak 2013 sampai 2019, melalui anggaran APBD telah membina 62 tim startup.

“Itu sudah termasuk berkembang dan merepresentasikan intensitas pengembangan startup lokal, khususnya di Kota Palu,” ucapnya.

Semenentara itu, Ketua Inkubator Maleo Techno Center Palu, Kus Susilo mengatakan, kegiatan Bimtek tenant adalah salah satu rangkaian kegiatan program penumbuhan wirausaha barus berbasis teknologi informasi di Sulteng khususnya Kota Palu, dimana setiap tahunnya target dan sasaran penumbuhan wirausaha baru sebanyak 11 tim startup.

Baca Juga :   Gerindra Instruksikan Kader Menangkan Hidayat – Bartho

“Kegiatan Bimtek IBTI seyogyanya dilaksanakan pada Mei sesuai SOP yang telah ditetapkan sebagai pedoman pelaksanaan kerja IBTI. Namun karena covid-19, ditunda sampai pada Juli ini. Terdiri dari 11 startup, 2 hardware da 9 patform atau software,” katanya. RHT

Komentar

News Feed