oleh

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk di Sulteng Stagnan

SULTENG RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk diukur gini ratio pada Maret 2020 sebesar 0,326.

Angka itu mengalami penurunan sebesar 0,001 poin jika dibandingkan dengan gini ratio maret 2019 sebesar 0,327.

“Gini ratio adalah untuk mengukur tingkat pengeluaran masyarakat di daerah (Sulteng). Jika melihat kondisi saat ini, kita cukup stabil dan stagnan,” kata Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk, belum lama ini.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan gini ratio september 2019 sebesar 0,330, angka tersebut turun lebih banyak yaitu 0,004 poin.

“Gini ratio ini diambil data setiap September dan Maret dalam setahun,” katanya.

Baca Juga :   Lima PT di Sulteng Punya Galeri Investasi

Lanjutnya, gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2020 sebesar 0,334, turun dibanding gini ratio Maret 2019 sebesar 0,335, dan Gini Ratio September 2019 sebesar 0,339. Di daerah perdesaan, kata dia, gini ratio Maret 2020 sebesar 0,295, naik dibanding gini ratio Maret 2019 sebesar 0,287 maupun dibanding Gini Ratio September 2019 sebesar 0,292.

Pada Maret 2020, distribusi pengeluaran kelompok masyarakat, 40 persen terbawah adalah sebesar 20,62 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah menurut ukuran Bank Dunia.

Jika dirinci berdasarkan wilayah, tingkat ketimpangan baik di daerah perkotaan maupun di perdesaan berada pada kategori rendah. Di perkotaan angkanya tercatat sebesar 19,15 persen, sementara untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 22,37 persen. RHT

Baca Juga :   Gubernur Harap Pejabat Pemda Bersinergi Berantas Korupsi

Komentar

News Feed