oleh

Lima Jembatan di Parigi Ambruk Dihantam Banjir

SULTENG RAYA – Wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) kembali dilanda bencana banjir, Senin (13/7/2020) tengah malam hingga Selasa (14/7/2020) dini hari. Banjir yang disebabkan oleh tingginya curah hujan sejak Senin sore hingga Selasa dini hari tersebut menimbulkan berbagai kerusakan fasilitas dengan nilai kerugian yang besar.

Khusus di wilayah eks Kecamatan Parigi, banjir menghantam beberapa desa. Selain rumah yang hanyut diterjang banjir, juga terdapat puluhan rumah terendam lumpur dan pasir. Selain itu, ratusan hektar sawah yang sudah ditanami padi ikut rusak.

Juga ada tiga jembatan besar yang ambruk diterjang banjir yakni jembatan kembar jalur II Olaya dan jembatan Korontua yang masih masuk dalam wilayah Desa Olaya Kecamatan Parigi.

Kedua jembatan besar ini menjadi penghubung jalan jalur II yang menjadi jalur alternatif bagi kendaraan keluar  masuk Kota Parigi khususnya kendaraan dari luar kota.

Akibat kerusakan dua jembatan tersebut, jalan jalur II tidak bisa dilewati kendaraan dan dialihkan melalui jalur Trans Sulawesi. Satu jembatan besar lainnya yang ikut ambruk adalah jembatan Baliara yang menghubungkan Desa Baliara dengan Desa Parigimpu Kecamatan Parigi Barat.

Tembok penyangga bagian tengah jembatan tersebut roboh dihantam banjir sehingga jembatan terlihat hampir patah di bagian tengah.

Namun demikian jembatan tersebut masih bisa dilintasi hanya oleh kendaraan roda dua.

Sementara itu, ada dua jembatan lainnya yang putus diterjang banjir yakni jembatan penghubung Desa Kayuboko dengan Desa Air Panas Kecamatan Parigi Barat dan jembatan penghubung Desa Gangga dan Desa Lemusa Kecamatan Parigi Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parmout, Abd. Aziz Tombolotutu mengatakan, berdasarkan data sementara, banjir kemarin melanda beberapa tempat yakni yakni Desa Boyantongo Dusun I, III dan IV, Desa Olaya Dusun I, III dan IV, Desa Dolago, Desa Masari dan Desa Gangga serta Desa Tindaki yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Parigi Selatan.

Khusus di Dusun I Desa Boyantongo tercatat 14 unit rumah yang hanyut dan dua unit terancam hanyut.

Banjir juga menghantam permukiman warga di Desa Olaya dan Desa Pombalowo Kecamatan Parigi di  jalur Trans Sulawesi yang mengakibatkan puluhan rumah terendam lumpur.

“Itu masih data sementara. Tim kami masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan pendataan dan membantu warga yang terkena musibah,”ujar Aziz tadi malam.

Aziz menambahkan, pihaknya sudah mendirikan posko dan menyalurkan bantuan bersama OPD lain serta lembaga lainnya. AJI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed