oleh

BPBD Sulteng Maksimalkan Normalisasi Sungai

SULTENG RAYA – Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah langganan banjir saat memasuki musim penghujan.

Seperti yang terjadi sepekan terakhir, setidaknya lima kabupaten di Sulteng dilanda banjir, di antaranya Sigi, Morowali Utara, Morowali, Tolitoli dan Parigi Moutong.

Guna mengantisipasi ancaman bencana banjir, Pemerintah Sulawesi Tengah menyiapkan solusi dengan melakukan normalisasi sejumlah sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Bartholomeus Tandigala, mengatakan upaya normalisasi dilakukan di sejumlah sungai yang menjadi pemicu banjir.

“Strategi yang kami lakukan hanyalah normalisasi sungai dan itu dilakukan setiap tahunnya,” jelasnya kepada media ini, Senin (13/7/2020).

Upaya normalisasi sungai tidak hanya dilakukan pascabanjir. Tapi dilakukan setiap tahun guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir di masa akan datang, khususnya saat memasuki musim penghujan.

Meski begitu, bencana banjir tetap saja terjadi yang disebabkan oleh luapan sungai. Seperti banjir yang terjadi Kabupaten Morowali pada Kamis (9/7/2020) yang disebabkan luapan air dari sungai di bantaran jembatan di Desa Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat.

Begitu juga di Kabupaten Sigi, di hari yang sama banjir terjadi mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo. Banjir disebabkan oleh luapan air dari beberapa anak sungai yang ada di daerah atas wilayah rumah sakit tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Morowali Utara, kata Bartho, luapan sungai di wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah kecamatan terdampak banjir.

“Beberapa sungai di Morowali Utara itu meluap menyebabkan banjir,”

Demikian dengan Kabupaten Tolitoli, hujan deras yang terjadi sejak Kamis (9/7/2020) membuat sejumlah lokasi di wilayah itu diterjang banjir. Akibatnya jalan terputus dan jembatan rusak berat.

Sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong, hujan deras menyebabkan Sungai dan debit air di Bendungan (Batu Ilo) meluap menyebabkan sejumlah rumah warga dan lapangan sepak bola di Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong terendam banjir.

Bartho mengakui, upaya normalisasi sungai hanya bersifat sementara. Setidaknya bisa mengrurangi resiko bencana di masa akan datang, khususnya saat memasuki musim penghujan.

“Kalau sifatnya permanen, itu sudah jadi kewenangan masing-masing instansi terkait. Paling tidak ada upaya pemasangan bronjong di tepian sungai,” jelasnya. RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed