oleh

Pansus Padagimo Apresiasi Pembangunan Huntap di Donggala

SULTENG RAYA – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong (Padagimo) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Budi Luhur Larengi mengapresiasi proses pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kabupaten Donggala. Apresiasi itu diungkapkan kepada sejumlah media, usai melakukan peninjauan lokasi Huntap yang berada di Desa Enu, Kavaya, dan Lero yang berada di Kecamatan Sindue, Kamis (9/7/2020) kemarin.

“Dari segi pola dan partisipasi masyarakat, maupun dukungan dari pemerintah daerah, ini sangat bagus. Karena baru kali ini kami dapatkan ada tanah pembebasan lahan yang anggarannya dari sharing antara Pemda dan masyarakat,”ujar Budi Luhur.

Menurut Politisi Golkar ini, meski pembangunan Huntap pada tiga desa itu belum rampung, namun sudah ada gambaran tentang upaya serius dari Pemda Donggala untuk memberikan solusi kepada masyarakat korban bencana alam 28 September 2018.  Apalagi, kata Budi, penyelesaian pembangunan huntap hanya soal waktu saja, karena Pemda setempat sudah menganggarkan melalui dana APBD.

Baca Juga :   Anugerah Perdana Resmikan Tiga Club Motor Honda di Palu

“Pola itu bagus, kenapa tidak ini jadi percontohan. Bisa saja kita rekomendasikan daerah lain untuk belajar di Donggala,”katanya.

Anggota Pansus lainnya, Moh. Hidayat Pakamundi juga mengapresiasi pembangunan Huntap di Donggala. Politisi Demokrat ini mengatakan, Donggala bisa jadi contoh daerah lain dalam proses rehab rekon pascabencana.

Sementara itu, Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin yang mendampingi rombongan Pansus Padagimo menjelaskan bahwa lokasi di Desa Enu, awalnya dibebaskan untuk perumahan masyarakat. Tetapi karena bencana, maka lokasi tersebut dijadikan untuk huntap. Pembebasan lahan seluas 1 hektar tersebut akan dibangun sekitar 50 unit rumah tipe 36. Dana pembebasan lahan sendiri berasal dari dana swadaya masyarakat sebesar Rp 3,2 juta setiap kepala keluarga serta dana dari Pemda Donggala. 

Baca Juga :   Sulteng Catat 1.905 Kasus HIV Hingga 2020

Pola sharing anggaran juga diterapkan untuk pembebasan lahan di Desa Pakaya. Tetapi masyarakat hanya diminta untuk membayar Rp3 juta rupiah setiap kepala keluarga. Lahan Huntap di Desa Pakaya bakal dibangun 52 unit rumah  tipe 36 dengan failitas listrik panel surya. Progres pembangunan huntap di Desa Pakaya mencapai 75 persen. Untuk Desa Lero, lahan yang digunakan untuk membangun 79 unit huntap itu merupakan lahan milik pemerintah daerah. Sementara progres pembangunan Huntap di Lero baru mencapai sekitar 25 persen.

Kunjungan pansus di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala turut dihadiri oleh Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin, Kepala Dinas Sosial Sulteng Ridwan Mumu, Sekwan DPRD Sulteng serta sejumlah OPD di Pemkab Donggala.

Baca Juga :   Gubernur Sulteng Kukuhkan Empat Pjs Bupati

Sementara anggota pansus yang turut hadir dalam tinjauan lapangan tersebut diantaranya Fairus Husen Maskati, Moh. Hidayat Pakamundi, Yahdi Basma, Elisa Bunga Allo, Enos Pasaua, Wiwik Jumatul Rofi’ah dan Alimuddin Paada.

Rencananya, Pansus Padagimo DPRD Sulteng kembali akan melakukan tinjauan lapangan di Kabupaten Parigi Moutong, Senin (13/7/2020) mendatang. Sebelumnya, Sabtu (4/7/2020) yang lalu, pansus telah mengunjungi sejumlah lokasi huntap yang ada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. WAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed