oleh

Polisi Tangkap Perampas HP di Palu, Sigi dan Parmout

SULTENG RAYA – Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil menangkap dua pelaku spesialis perampas Handphone (HP) yang terjadi di kota Palu, Sigi dan Parigi Moutong (Parmout).

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng, Kombes Pol Novia Jaya dihadapan awak media saat konferensi pers di Polda Sulteng, Kamis (9/7/2020).

Direktur Reskrimum menjelaskan, dua pelaku berinisial AD (18) warga perumahan Kabonena Palu dan MAH (18) warga perumahan Baliase Marawola Kabupaten Sigi itu adalah pelaku spesialis perampasan handphone terhadap korban yang rata-rata adalah wanita yang sedang berkendara sepeda motor disaat melintasi jalan-jalan yang sunyi.

“Berdasarkan pengakuannya, ada 33 Tempat Kejadian Perkara (TKP) perampasan atau jambret HP yang dilakukan, tidak hanya di wilayah kota Palu tetapi juga merambah ke wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Pelaku ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada tanggal 21 dan 25 Juni 2020 terkait dengan kasus perampasan HP di Jalan Durian Palu, yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2020, dari situlah sehingga terungkap 33 TKP lainnya,” kata Direktur Reskrimum Kombes Pol Novia Jaya didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari dan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng, Kompol Lexi Gagola, Kamis (9/7/2020) pagi di depan ruang Direktorat Reskrimum.

Direktur Reskrimum menuturkan, hasil rampasan HP oleh pelaku langsung dijual baik kepada perorangan yang membutuhkan HP maupun yang dijual ke konter jual beli HP bekas dengan harga bervariasi antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 Juta.

“Tergantung kondisi HP, hal itu telah diupayakan tim penyidik dan sampai saat ini barang bukti baru terkumpul 22 buah HP. Modus yang dilakukan adalah pelaku sudah mensurvey jalan-jalan yang sunyi dan disaat melihat ada sasaran langsung dibuntuti dengan naik sepeda motor, kemudian dipepet dan langsung dirampas baik tas atau korban saat menggunakan HP-nya, kemudian melarikan diri,” tuturnya.

Novia menjelaskan, ada juga modus yang dibuntuti, dipepet kemudian ditendang korban hingga jatuh, selanjutnya tasnya dirampas. “Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 365 ayat (2) KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun,” tegas mantan Kepala SPN Labuan Panimba itu.

Direktur Reskrimum juga mengimbau, kepada masyarakat untuk hati-hati membeli HP bekas terlebih pemilik konter jual beli HP bekas, karena bisa jadi mereka juga akan kita jerat dengan pasal pertolongan jahat atau penadahan.

Bersamaan dengan itu, Bidhumas Polda Sulteng juga melakukan rilis terhadap pengungkapan dua kasus pencurian bermotor (Curanmor) yang terjadi di Jalan Tanjung Satu Palu, dengan tersangka berinisial DK, RWM dan R serta kasus curanmor di Jalan Miangas Palu dengan tersangka berinisial M dan AK yang diungkap pada bulan Juni 2020 oleh Ditreskrimum Polda Sulteng. YAT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed