oleh

17 Juli, Wisata Danau Tambing Dibuka

SULTENG RAYA – Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) bakal melakukan simulasi tahap satu untuk membuka kembali destinasi wisata Ranu Kalimpaa atau Danau Tambing yang terletak di Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso pada 17 Juli 2020 mendatang.

Kepala BBTNLL, Jusman saat konferensi pers, Selasa (7/7/2020) mengatakan, simulasi tahap awal tersebut membuka destinasi wisata tambing hanya untuk 100 wisatawan dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.

Saat ini kata Jusman, pihak pengelolah resort menyatakan bahwa fasilitas penunjang telah selesai dibuat untuk kemudian dapat digunakan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita tidak inginkan kemudian, pembukaan ini malah membawa hal yang tidak diinginkan, misalnya transmisi covid klaster. Makanya kami akan menegakkan aturan dengan sangat ketat. Area ini akan menjadi kawasan wajib masker,” kata Jusman.

BBTNLL lanjut Jusman, juga telah mengeluarkan aturan baku yang siap diterapkan pada 17 Juli 2020 mendatang diantaranya, wajib karcis masuk kawasan sesuai dengan PP Nomor 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan.

Kemudian, mematuhi arahan petugas pelayan wisata terkait standarisasi prosedur normal baru. Menjaga ketertiban selama melakukan kunjungan dan menginap dengan tidak menimbulkan kebisingan (tidak diperkenankan membawa alat musik, sound system, alat pengeras suara dan lain-lain).

Disamping maksimal 100 wisatawan, para wisatawan juga harus segera melapor sebelum puku 18.00 wita, lewat dari waktu tersebut tidak diperkenankan untuk masuk.

“Aktivitas camping ground setelah melalui kajian kembali, hanya boleh beraktivitas sampai pukul 22.00 wita, dan wisatawan diimbau istirahat hingga subuh,” tutur Jusman.

Karena pengunjung terbatas 100 wisatawan, maka jika wisatawan sudah mencukupi kuota, tidak dizinkan lagi wisatawan datang menginap dan terpaksa harus dipulangkan.

“Aturan teranyar selain yang kita sering galakkan menjaga kebersihan spot wisata yakni, wisatawan tidak diperkenankan membawa air mineral dengan kemasan 220 mililiter, yang diwajibkan hanya 1.500 mililiter,” katanya.

BBTNLL juga akan menerapkan regulasi awal jika seandainya ada wisatawan asing, selain aturan yang berlaku bagi wisatawan domestik, wisatawan asing juga perlu menambahkan beberapa item untuk legalisasi masuk mengunjungi kawasan wisata seperti surat keterangan (Suket) bebas Covid-19, fotokopi identitas, serta suket berbadan sehat dari dokter. RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed