oleh

Kecam Tindakan Represif Aparat

SULTENG RAYA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Banggai, menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Banggai, Rabu (1/7/2020).

Aksi tersebut, dilakukan terkait dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap kader PMII di Jawa Timur (Jatim) tepatnya di depan kantor Bupati Pamekasan, Kamis (25/6/2020).

Dalam aksinya, massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan Aksi Damai, Tolak dan Hentikan Represivitas Terhadap Aktivis Mahasiswa.

Dalam aksi di Pamekasan itu, aktivis PMII menuntut Pemkab Pamekasan menutup dan memberhentikan tambang bahan galian C ilegal atau tambang ilegal di wilayah Pamekasan. Namun, kericuhan terjadi dan sejumlah kader PMII menjadi korban tindakan represif aparat. Tindakan represeif aparat itu memicu aksi demonstrasi secara Nasional untuk organisasi PMII di seluruh Indonesia.

“Aksi solidaritas ini kami lakukan secara nasional, dan ada sekitar 57 cabang PMII di setiap daerah menggelar demo solidaritas pada 1 Juli,” kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) PMII Banggai, Firman.

Sementara, Kapolres Banggai, AKBP Satria Adrie Vibrianto saat berdialog bersama kader PMII setempat mengaku, sangat mendukung apa yang menjadi tuntutan para pendemo.

“Saya secara pribadi bersepakat ketika ada hal-hal yang tidak sesuai prosedur, dan saya sangat berterimaksih kepada teman-teman mahasiswa sebagai kontrol sosial untuk bersama-sama mengawal segala problem yang ada, demi kemajuan daerah ini,” kata Kapolres.

Diketahui, sejumlah tuntutan lainnya juga disampaikan saat unjuk rasa oleh kader PMII Banggai yakni, segera menelusuri tambang yang beroperasi di tanah Banggai yang tidak patuh terhadap regulasi, serta usut tuntas kematian bayi dalam kandungan yang terjadi di Rumah Sakit Luwuk, karena ada indikasi pidana. SIR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed