oleh

Akademisi Unismuh Palu, Harap RUU HIP Dicabut di Prolegnas

SULTENG RAYA-Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Moh Rizal Masdul, berharap Rancangan Undang-undang Haluan Idiologi Pancasila (HIP) dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Selain bertujuan untuk menghentikan polemik yang ada di masyarakat, juga karena Pancasila sebagai hasil konsesus sebagai dasar negara dan idiologi bangsa sudah final, tidak perlu diperdebatkan lagi. “RUU HIP itu memang tidak dibutuhkan, sehingga tidak perlu dipertahankan di Prolegnas , apalagi ini kan RUU bermasalah,” ujar Moh Rizal, Jumat (3/6/2020).

Jika dipaksakan katanya, justru akan menjadi bumerang bagi DPR, akan dianggap tak lagi mewakili masyarakat, karena RUU itu telah menerima banyak penolakan dari banyak pihak. “Jika DPR masih ingin dinilai dan dilihat sebagai representasi rakyat, ya sebagaikanya dicabut,”ungkapnya.

Selain itu, sebagai tenaga pendidik katanya, dirinya merasa sangat risau sebab dalam RUU HIP telah merubah tujuan dari pendidikan nasional yang awalnya sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Pasal 3, adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sementara dalam RUU HIP khususnya bunyi pernyataan pasal 24 c bahwa Pembangunan Nasional di bidang pendidikan dan penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b diwujudkan dalam bentuk: “Menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang bertujuan membentuk tenaga terampil dan tenaga ahli sesuai dengan karakter manusia Pancasila untuk Pembangunan Nasional”. 

“Bunyi pernyataan ini menyederhanakan aspek pendidikan hanya sebatas membentuk tenaga terampil dan tenaga ahli. Ini akan bermakna bahwa Pendidikan sesuai Haluan Ideologi Pancasila menjadikan manusia sebagai kuli dan robot dari dunia kerja, dunia usaha, dunia bisnis dan dunia industri. Pernyataan ini juga justru mengebiri semua sila dalam Pancasila,”tegasnya. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed