oleh

Juni 2020, NTP Sulteng Turun Signifikan

SULTENG RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, priode Juni 2020, Nilai Tukar Petani (NTP) daerah turun sangat siginikan, yakni mencapai 2,02 persen.

Penurunan tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir, hanya mengalami kontraksi naik dan turun diangka 1 persen.

“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsimaupun untuk biaya produksi,” kata Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk belum lama ini.

Pada Juni, NTP di Sulteng sebesar 94,01 persen. Sedangkan, pada bulan sebelumnya sebesar 96,3 persen.

Dari angka tersebut, berimplikasi terahadap indeks harga diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 1,64 persen. Sebaliknya, indeks harga dibayar petani (Ib) meningkat sebesar 0,39 persen.

Baca Juga :   Hidayat Lamakarate Siapkan Beasiswa untuk Pelajar SMA dan SMK

“NTP tertinggi terjadi pada subsektor perikanan sebesar 99,51 persen, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 91,27 persen,” katanya.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) Juni sebesar 96,61 persen atau mengalami penurunan sebesar 1,66 persen dibandingkan Mei 2020.

“NTUP ini menakar biaya yang dikeluarkan keluarga petani hanya untuk usaha petaninya, tidak termasuk dengan konsumsi diluar usaha,” katanya.

Di tingkat nasional, NTP bulan Juni 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,13 persen, demikian juga dengan NTUP mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen.

Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Juni 2020 masing-masing sebesar 99,60 persen dan 100,25 persen. RHT

Baca Juga :   Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan Masyarakat

SULTENG RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, priode Juni 2020, Nilai Tukar Petani (NTP) daerah turun sangat siginikan, yakni mencapai 2,02 persen.

Penurunan tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir, hanya mengalami kontraksi naik dan turun diangka 1 persen.

“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsimaupun untuk biaya produksi,” kata Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk belum lama ini.

Pada Juni, NTP di Sulteng sebesar 94,01 persen. Sedangkan, pada bulan sebelumnya sebesar 96,3 persen.

Dari angka tersebut, berimplikasi terahadap indeks harga diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 1,64 persen. Sebaliknya, indeks harga dibayar petani (Ib) meningkat sebesar 0,39 persen.

Baca Juga :   Disnakertrans Sulteng Latih Pekerja Hotel

“NTP tertinggi terjadi pada subsektor perikanan sebesar 99,51 persen, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 91,27 persen,” katanya.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) Juni sebesar 96,61 persen atau mengalami penurunan sebesar 1,66 persen dibandingkan Mei 2020.

“NTUP ini menakar biaya yang dikeluarkan keluarga petani hanya untuk usaha petaninya, tidak termasuk dengan konsumsi diluar usaha,” katanya.

Di tingkat nasional, NTP bulan Juni 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,13 persen, demikian juga dengan NTUP mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen.

Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Juni 2020 masing-masing sebesar 99,60 persen dan 100,25 persen. RHT

Komentar

News Feed