oleh

Honor Tenaga Medis di Pos Perbatasan Parmout Telah Dibayarkan

SULTENG RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) telah membayarkan honor tenaga medis yang bertugas di Pos Perbatasan Gugus Tugas Covid -19.  BPBD Parmout diberi tanggungjawab untuk menangani pembayaran honor petugas yang bertugas di Pos Perbatasan Gugus Tugas Covid -19 yakni anggota kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan tenaga medis.

Kepala BPBD Parmout, Abd Aziz Tombolotutu mengatakan, pihaknya sudah membayarkan honor tenaga medis untuk tahap I dan II dengan total dana sebesar Rp567.750.000 (lima ratus enam puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Dana tersebut katanya ditransfer ke rekening masing-masing tenaga medis. Azis menambahkan, tenaga medis yang bertugas di pos perbatasan pada tahap I sebanyak 39 orang dan pada tahap II mengalami ketambahan sehingga menjadi 45 orang.

“Honor tenaga medis tersebut kami transfer langsung ke rekeningnya masing-masing, tidak melalui rekening pengumpul di dinasnya. Para tenaga medis ini memiliki rekening di bank yang berbeda yakni di Bank Sulteng, BRI dan BNI. Makanya proses transfer kami lakukan selama dua hari karena harus disatukan dulu rekening tenaga medis pada bank yang sama,”ujar Aziz, Selasa (30/6/2020).

Aziz mengungkapkan pada hari pertama, Selasa (30/6/2020) telah ditransfer sebesar Rp499.000.000 dan sisanya pada hari kedua Rabu (1/7/2020) sebesar Rp68.750.000.

Aziz juga mengungkapkan, keterlambatan pembayaran honor petugas medis tersebut disebabkan lambatnya penginputan data dari Dinas Kesehatan. Selain itu kata Aziz, honor tenaga medis pada tahap I belum dimasukkan dalam anggaran karena masih menunggu petunjuk dari Pemerintah apakah honor tenaga medis tersebut dibayarkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota agar tidak terjadi dobel penganggaran.

“Berdasarkan petunjuk yang kami terima dari Pemerintah Pusat ternyata honor yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat hanya untuk tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, sedangkan tenaga medis yang bertugas di pos perbatasan dibiayai oleh daerah. Makanya pembayaran honor tenaga medis yang bertugas di pos perbatasan tersebut kami rapel untuk tahap I dan II. Jadi keterlambatan pembayaran honor bagi tenaga medis ini bukan karena unsur kesengajaan,”jelas Aziz.

Selain itu kata Aziz, untuk pembayaran honor tahap selanjutnya akan dibayarkan setelah ada SPJ kegiatan tahap I dan II. AJI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed