oleh

Akademisi STPL Palu Sebut Kebutuhan Ikan di Sulteng Harus Terpenuhi

SULTENG RAYA- Akademisi Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu, Yeldi S Adel mengatakan ekspor ikan sangat menguntungkan untuk kepentingan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sulteng, namun kata dia pemenuhan akan kebutuhan ikan dalam negeri terutama di Sulteng harus terpenuhi terlebih dahulu.

“Setuju, bahwa untuk kepentingan peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting, apalagi dalam konteks sumber daya ikan,” kata Yeldi.

“Namun, sebelum ekspor, pastikan kebutuhan Ikan dalam negeri terutama di Sulteng bisa terpenuhi,” katanya menambahkan.

Apalagi kata dia, Sulteng berada di empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dari 11 wilayah WPP di Indonesia, sehingga kata dia hal itu sangat menguntungkan untuk melakukan ekspor ikan.

“Sulteng secara wilayah berada di 4 WPP, artinya potensi sumber daya ikan berekonomis penting sangat melimpah, terlebih Ikan Tuna, Cakalang, dan Tongkol,” katanya.

Meskipun demikian kata dia, kesejahteraan nelayan harus lebih diutamakan, mengingat sebagian besar penduduk Sulteng merupakan masyarakat pesisir dan bermata pencaharian sebagai nelayan.

“Tapi ingat, Sulteng juga menjadi salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indenesia, yang artinya sebagian besar masyarakat pesisir dan Nelayan ada disitu. Maka, pastikan harga dari nelayan tidak dimainkan oleh pelaku usaha tangan kedua, yang artinya harga pasaran di nelayan rendah, tapi nilai jual ekspor tinggi.,” katanya.

“Padahal, tujuan pembangunan perikanan, sebagaimana Amanat UU perikanan, adalah kesejahteraan nelayan. Untuk apa ekspor tinggi tapi kesejahtraan nelayan diabaikan,” tegas Yeldi.JAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed