oleh

Bank Indonesia Asesmen Unismuh Palu

SULTENG RAYA-Bank Indonesia (BI) Pusat, akhir pekan kemarin melakukan asesmen lapangan via daring di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu sebagai salah satu calon institusi perguruan tinggi penerima beasiswa BI 2020.

Asesmen lapangan tersebut, bertujuan untuk memastikan validasi data yang sebelumnya dikirim oleh pihak Unismuh Palu ke BI Perwakilan yang ada di Kota Palu.

Dalam asesmen tersebut, pihak Unismuh Palu dipimpin langsung oleh Rektor Unismuh Palu, DR. Rajindra, SE., MM. Sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pihak BI dijawab oleh rektor dan dibuktikan oleh sejumlah dokumen, bahkan termasuk prestasi kampus dan dosen.

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah banyaknya beasiswa yang diterima kampus ini. Mengingat kampus biru sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah telah menerima banyak beasiswa dari segi jumlah mahasiswa penerima, terlebih setelah peristiwa 28 September 2018. “Memang kita telah banyak menerima beasiswa, karena persyaratan yang dipersyaratkan oleh kementerian kita penuhi semua, terutama mengenai administrasi,”kata rektor menjawab pertanyaan.

Dari hasil asesmen itu, pihak BI menjanjikan di awal bulan Juli ada rapat penentuan, apakah kampus biru ini menerima beasiswa atau tidak, termasuk jumlah kouta yang diberikan pihak BI.

Rektor berharap, kampus biru ini bisa menjadi salah satu perguruan tinggi swasta penerima beasiswa tersebut, karena paling tidak itu bisa membantu mahasiswa yang mungkin secara ekonomi belum pulih akibat musibah 28 Sempember 2018 silam kini kembali terdampak dari Covid-19 ini.

“Tentu kita berharap bisa mendapatkan itu, karena sangat membantu mahasiswa, kita tidak menginginkan mahasiswa harus mengambil cuti hanya karena tidak mampu membayar biaya kuliah, namun dengan adanya beasiswa itu kebutuhan biaya kuliah mereka bisa terpenuhi,”harap rektor.

Beasiswa BI sendiri tidak terbatas pada pembiayaan untuk mendukung biaya pendidikan, tunjangan studi, maupun biaya hidup. Para penerima Beasiswa BI juga diwadahi oleh komunitas dan nantinya akan mendapatkan berbagai pelatihan secara berkala, terencana, dan terarah guna meningkatkan kompetensi individu, serta mengembangkan karakter dan jiwa kepemimpinan supaya mampu menjadi insan unggul dan berdaya saing.

Namun untuk mendapatkan itu, sejumlah syarat yang harus dipenuhi, yakni merupakan mahasiswa S1 reguler, minimal telah menyelesaikan 40 SKS/3 semester, berasal dari latar belakang ekonomi keluarga kurang mampu, mempunyai IPK minimal 3.00 (skala 4.00).

Berusia maksimal 23 tahun pada ditetapkannya sebagai penerima beasiswa, tidak sedang mendapatkan beasiswa dan/atau berada dalam status ikatan dinas dari badan/lembaga/instansi/yayasan lain.

Mempunyai pengalaman menjalankan aktivitas sosial yang mempunyai dampak kebermanfaatan bagi masyarakat, bersedia untuk berperan aktif mengelola dan mengembangkan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia serta berpartisipasi pada semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Mendapatkan rekomendasi dari kampus serta menyertakan surat rekomendasi dari 1 tokoh (akademisi/non akademisi), membuat personal resume dan motivation letter dalam Bahasa Indonesia. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed