oleh

Ribuan Karyawan PT IMIP Bakal Dipekerjakan Kembali

SULTENG RAYA – Sebanyak ribuan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19, bakal dipanggil kembali untuk bekerja.

Koordinator Divisi Komunikasi dan Hubungan Media Relation PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, awalnya pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten menerbitkan surat dalam rangka pencegahan Covid-19. “Di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah saat itu melakukan pembatasan arus transportasi, sedangkan untuk tingkat kabupaten, Pemkab Morowali meminta kepada seluruh perusahaan agar melakukan penundaan perjalanan, termasuk cuti,” jelasnya.

Dalam perjalanan penanganan Covid-19 hingga memasuki new normal, Pemkab Morowali baru-baru ini menerbitkan Perbup Nomor 25 Tahun 2020, tentang pedoman pelaksanaan tatanan normal baru dalam penanganan Covid-19.

“Berdasarkan aturan tersebut, perusahaan diberikan ruang dalam meningkatkan operasional kegiatannya, Perbup ini menjadi dasar kami untuk memanggil kembali para karyawan yang dirumahkan tersebut,” kata Dedy.

Meski demikian kata Dedy, untuk memanggil kembali ribuan pekerja yang dirumahkan tidaklah mudah, karena ada berbagai tahapan yang harus dilalui, begitu pula tim HRD PT IMIP saat ini sedang fokus menyusun jadwal entry out karyawan, karena jumlah karyawan yang dirumahkan dan yang ingin cuti tidak sedikit.

“Ada sekitar kurang lebih 2.000an karyawan yang dirumahkan, dan ada juga ribuan karyawan yang mau cuti, inilah yang harus kita atur supaya tidak terjadi kekurangan man power yang pada ujungnya bisa mengganggu operasional perusahaan dan pabrik,” jelasnya.

Dikatakan Dedy, IMIP berharap agar ribuan karyawan yang dirumahkan bisa segera dipanggil kembali untuk bekerja. “Namun kami meminta agar para karyawan tersebut bersabar, karena kemungkinan pemanggilan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus, dan semuanya harus dipersiapakan dengan baik,” harapnya. BMG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed