oleh

BPOM Palu Gandeng Untad Menggalakkan ‘KAFE OM’

SULTENG RAYA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menggandeng Universatas Tadulako (Untad), khususnya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menggalakkan program KKN Asyik Menjadi Fasilitator Edukasi Obat dan Makanan (KAFE OM).

KAFE OM merupakan salah satu program mencerdaskan masyarakat, erat kaitannya dengan tugas pokok BPOM di Palu pada masa pandemi Covid-19. Mahasiswa dinilai menjadi salah satu elemen yang mampu memberikan informasi ke masyarakat luas, sehingga program berjalan secara optimal.

“Jadi yang masuk dalam program KKN Untad masa pandemi ini akan kami edukasi dan mereka sebagai civitas akademik diharapkan mampu menyebarluaskan informasi terkait dengan obat dan makanan,” jelas Kepala BPOM di Palu, Fauzy Ferdiansyah kepada Sulteng Raya, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga :   Humas Polda Sulteng Terus Berinovasi Tingkatkan Pelayanan

Menurutnya, hadirnya program KAFE OM didasari maraknya informasi saat ini terkait dengan obat Covid-19, sejatinya masih dalam proses penelitian pencarian vaksin.

“Seperti yang baru-baru ini, isu obat deksametason sebagai obat Covid-19, hadirnya mahasiswa di tengah-tengah masyarakat atau via daring akan sangat efektif untuk penyambung lidah terkait informasi yang sebenarnya terjadi dewasa ini. Baik dari aspek BPOM itu sendiri maupun penelitian-penelitian yang dikembangkan diberbagai belahan dunia,” tutunya.

JANGAN SEMBARANG KONSUMSI DEKSAMETASON

Sebelumnya diberitakan, hasil penelitian dari Oxford University terkait penggunaan deksametason sebagai ‘obat manjur’ Covid-19 menjadi informasi sangat dinanti masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Namun, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengkonsumsi obat tersebut. Pasalnya, obat tersebut tergolong dalam obat keras.

Baca Juga :   Kepsek Sebut Telah Menjadi Penggerak di Sekolah

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzy Ferdiansyah, menjelaskan, deksametason merupakan obat dengan golongan steroid, termasuk obat keras yang terdaftar di BPOM RI. Namun, obat itu tidak direkomendasikan dikonsumsi secara bebas, harus menggunakan resep dokter.

“Deksametason obat keras, masyarakat jangan sembarang mengkonsumsi. Yang perlu kita ketahui, sampai dengan saat ini, belum ada obat paten untuk Covid-19. Deksametason dengan kandungannya, malah akan membuat tubuh kita turun imun jika dipakai tidak sesuai dosis,” katanya saat melakukan konferensi pers di Kantor BPOM di Palu, Selasa (23/6/2020).

“Hasil penelitian di Oxford itu terhadap pasien Covid-19 berat yang menggunakan bantuan oksigen. Obat ini sama sekali tidak bermanfaat untuk kasus Covid-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit,” katanya.RHT

Baca Juga :   Dispar Palu Intensi Edukasi Prokes Bagi Pelaku Usaha Industri Pariwisata

Komentar

News Feed