oleh

Wisata Tambing Segera Dibuka Lagi

SULTENG RAYA – Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) mengkonfirmasi, destinasi wisata andalan taman nasional, danau tambing, segera dibuka setelah tiga bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.

Kepala BBTNLL, Jusman, mengatakan, untuk penyesuaian era normal baru, pihaknya sedang mempersiapkan protokol tetap (protap) pencegahan Covid-19 selama wisatawan berkunjung di Danau Tambing.

“Kami maunya awal Juli sudah bisa beroperasi, namun kami masih mempersiapkan seluruh fasilitas penunjang ramah pencegahan Covid-19. Dan pertimbangan strategis dari mitra kami, dalam hal ini pemerintah daerah. Kami lakukan koordinasi dengan ketua gugus, Pak Gubernur (Longki Djanggola),” kata Kabalai Jusman kepada Sulteng Raya, Rabu (24/6/2020).

Beberapa ketentuan umum harus dipatuhi wisatawan, diantaranya, maksimal wisatawan bisa menginap sebanyak 500 orang. Berbeda dengan sebelumnya mencapai 3.000 wisatawan setiap pekan.

“Kami sudah estimasikan secara spasial dan dapat angka 500 orang. Diluar dari itu, kalau kuotanya sudah cukup, kami dengan tegas dan harus tegas, untuk meminta wisatawan pulang,” jelasnya.

Selanjutnya, BBTNLL tidak akan mengizinkan wisatawan menyelenggarakan iven besar yang berpotensi mengundang khalayak datang berbondong-bondong.

“Disamping itu, dalam klan gerombolan, wisatawan dimaksimalkan hanya 30 orang, tidak diperbolehkan lebih dari itu. Apalagi, sampai buat iven dan membawa megaphone yang besarnya seperti lemari, kami jelas tidak akan mengizinkan,” katanya.

Jusman mengatakan, para wisatawan juga dilarang membawa logistik berlebihan. Menurutnya, wisatawan tidak membolehkan membawa air mineral dengan kemasan 220 mililiter dan sampah plastik bersifat tidak efisien.

“Minimal 1.500 mililiter sehingga mereka pulang sampah tidak berserakan disisakan untuk petugas yang membersihkan. Kita harapkan itu tidak terjadi lagi untuk kondisi lingkungan disana,” ucapnya.

Dalam protap tersebut juga diterangkan bahwa seluruh aktivitas sudah harus dihentikan pada jam 12 malam. Artinya, tidak ada lagi keributan seperti sebelumnya hingga larut bahkan sampai pagi hari.

“Yang perlu dipahami, kita hidup berdampingan disitu, kita datang ke rumah orang, jadi kami akan menerapkan itu, menghargai satwa, alam dan yang lainnya,” tegas Jusman.

Pembukaan destinasi wisata ini, kata jusman berdasarkan instruksi langsung gugus tugas nasional terhadap pembukaan wisata alam di kawasan konservasi di seluruh Indonesia dengan catatan menyesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing terkait pandemi.

Disamping pembukaan destinasi wisata, BBTNLL juga akan mempersiapkan protap untuk sektor penelitian kawasan untuk kepentingan akademik. Namun, akan dikeluarkan bersama dengan protap wisata.

“(Penelitian) memerlukan izin khusus dari penelitian, administrasi tersendiri seperti proposal penelitian, kepada yang substansial kami wajibkan presentase awal disini, kemanfaatan dan pertanggungjawabannya,” tutup Jusman. RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed