oleh

BPOM Ingatkan Jangan Sembarang Konsumsi Deksametason

SULTENG RAYA – Hasil penelitian dari Oxford University terkait penggunaan deksametason sebagai ‘obat manjur’ Covid-19 menjadi informasi sangat dinanti masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Namun, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengkonsumsi obat tersebut. Pasalnya, obat tersebut tergolong dalam obat keras.

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzy Ferdiansyah, menjelaskan, deksametason merupakan obat dengan golongan steroid, termasuk obat keras yang terdaftar di BPOM RI. Namun, obat itu tidak direkomendasikan dikonsumsi secara bebas, harus menggunakan resep dokter.

“Deksametason obat keras, masyarakat jangan sembarang mengkonsumsi. Yang perlu kita ketahui, sampai dengan saat ini, belum ada obat paten untuk Covid-19. Deksametason dengan kandungannya, malah akan membuat tubuh kita turun imun jika dipakai tidak sesuai dosis,” katanya saat melakukan konferensi pers di Kantor BPOM di Palu, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga :   Pemprov-BPKP Perkuat Pengawasan dan Pendampingan

“Hasil penelitian di Oxford itu terhadap pasien Covid-19 berat yang menggunakan bantuan oksigen. Obat ini sama sekali tidak bermanfaat untuk kasus Covid-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit,” katanya.

BPOM di Palu sejauh ini rutin memantau pengawasan obat apotek, termasuk deksametason yang saat ini sedang viral sebagai obat corona. Namun, pihaknya juga tetap waspada, karena harus diakui di Kota Palu masih ada jalur obat-obatan yang luput dari pengawasan BPOM di Palu.

“Kalau di tingkat apotek saya rasa mereka tidak akan memberikan masyarakat tanpa resep dokter, mereka sudah disumpah atas profesinya, dan akan fatal jika melanggar, kita tetap ingatkan. Yang bahaya adalah ketika masyarakat menemukan obat itu diluar, dikios-kios atau dipedagang lain yang menjual. Kalau kami dapatkan, akan kami tindaki dengan pihak kepolisian, karena itu obat keras dan hanya melalui resep dokter,” ucap Fauzy menegaskan. RHT

Komentar

News Feed