oleh

Warga Donggala Apresiasi Kejari, Raih WTP 2019

SULTENG RAYA – Warga Donggala mengapresiasi kinerja Kejakaan Negeri (Kejari) Donggala di bawah kepemimpinan Yuyun Wahyudi, yang bekerja keras menagih uang temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang nilainya mencapai miliaran rupiah yang ada pada kontraktor.

Dari hasil itu, Donggala pada tahun 2019 meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Temuan BPK yang berhasil ditagih pihak Kejaksaan Donggala dari tahun 2016, 2017 dan 2018, dimana pada tahun itu Kabupaten Donggala tidak pernah mendapat WTP, melainkan mendapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) beturut tiga kali dari BPK.

“Hidup pak Kejari Donggala, yang sudah mendesak para kontraktor untuk mengembalikan uang-uang temuan BPK ke kas Daerah. Kami mengapresiasi kinerja Kejari Donggala,” ujar salah satu tokoh masyarakat Donggala, Anil Syamsudin, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga :   Lurah Donggala Kodi dan Dinas PU Lakukan Pengerukan Sedimen

Anil mengaku, sangat berterima kasih kepada Kejari Donggala yang telah tepat dalam mengambil langka, untuk kepentingan dan kemajuan kabupaten tertua di Sulawesi Tengah tersebut.

“Bayangkan saja tiga kali berturut mendapat WDP, seandainya Kepala Kejaksaan Negeri Donggala belum dijabat bapak Yuyun Wahudi mungkin WTP belum diraih oleh Pemda Donggala,” jelasnya.

WTP LHP itu disampaikan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Sulteng, Muhamin melalui zoom meting di ruang kerja Bupati Donggala, Kasman Lassa pada Jumat (19/6/2020).

Sementara, Bupati Donggala Kasman Lassa mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tersebut. “Pemkab Donggala akan menindaklanjuti rekomendasi BPK yang dimuat LHP BPK sekaligus bahan evaluasi atau pengawasan sesuai tugas dan fungsi masing-masing OPD untuk mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang baik, bersih dan akuntabel serta transparan,” kata Bupati.

Baca Juga :   BNN Donggala Sita 100 Gram Sabu Asal Tatanga

Menanggapi apresiasi masyarakat, Kepala Kejaksaan Negeri Donggala Yuyun Wahyud juga mengucapkan rasa syukur terhadap predikat itu yang bisa menghasilkan sebuah WTP untuk Pemkab Donggala.

“Alhamdulilah ini merupakan kerja keras semua pihak untuk mau berubah. Kerja hanya sebatas memberikan suport, arahan dan bimbingan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik,” tegas Kejari Yuyun Wahyudi.

Diketahui, selama menjabat kurang lebih satu tahun, Yuyun Wahyudi tidak segan-segan memenjarakan rekanan atau kontraktor yang tidak mengembalikan temuan BPK yang secara keseluruhan mencapai miliaran rupiah sejak 2016, 2017 dan 2018, bahkan tindakan hukum ditempuh jika tidak dikembalikan ke Negara.

Pada akhir 2019 lalu, pihak Kejari Donggala memberikan batas sampai pukul 12.00 Wita kepada kontraktor untuk mengembalikan semua temuan yang sudah lama, jika lewat pukul 12.00 Wita akhir Desember 2019 lalu, kontraktor tidak mengembalikan temuan BPK maka pidana menanti.

Baca Juga :   Zona Merah, Pemkab Donggala Rapat Penanganan Covid-19

Hasilnya, sebelum pergantian tahun 2019 ke 2020 lalu, sejumlah rekanan rela dipotong uang proyeknya oleh keuangan Pemda untuk dikembalikan ke kas daerah. TUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed