oleh

BSM Palu Jamin Dana Jemaah Haji Aman

-Kota Palu-dibaca 471 kali

SULTENG RAYA – Tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah membatalkan ibadah haji lantaran situasi pandemi Covid-19.

Kini, biaya pelunasan jemaah haji tersimpan di bank. Salah satu perbankan yang menghimpun dana jemaah haji di Sulteng, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM) Area Palu.

Area Manager BSM Palu, Muhammad Arif Gunawan, menyatakan, dana jemaah haji yang batal berangkat tahun ini tetap aman tersimpan di bank dalam bentuk tabungan.

“Dana masyarakat dalam bentuk tabungan haji di bank syariah  masih aman, bersifat likuid dan utuh. Penempatan dana haji di bank syariah merupakan kewenangan BPKH,” kata Muhammad Arif Gunawan kepada Sulteng Raya, Ahad (21/6/2020).

Baca Juga :   Perdagangan Batu dan Pasir Antara Sulteng-Kaltim Melalui Satu Pintu

“Penempatan dana selanjutnya akan tergantung pada rencana dan kebijakan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji).  Jamaah yang berhak berangkat dan telah melakukan pelunasan tetap memiliki prioritas keberangkatan di tahun depan kendati tahun ini dibatalkan,” katanya.

Meksi demikian, BSM Palu tetap terbuka jika seandainya jemaah pemiliki tabungan haji ingin melakukan pengembalian dana. Pengembaliannya harus melalui mekanisme dari Kementrian Agama kabupaten dan kota setempat.

“Namun, jika jemaah tersebut menghendaki pengembalian dana pelunasan maka jemaah dapat melakukan pencairan melalui kantor Kementerian Agama di masing-masing kabupaten dan kota,” katanya Muhammad Arif Gunawan.

Sebelumnya diberitakan, hingga Kamis pekan lalu, baru satu orang jemaah haji asal Kabupaten Donggala yang sudah mengajukan pengembalian setoran lunas dan sudah terinput sistem (SISKOHAT) setelah dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama (KMA) 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.  

Baca Juga :   49 Pasutri di Palu Ikut Sidang Isbat Nikah

Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulteng, Arifin, mengatakan, sesuai hasil rapat teknis Sosialisasi Kebijakan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Selasa 16 Juni 2020 bersama Dirjen Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, bahwa Kemenag memastikan proses pengembalian setoran pelunasan secepat mungkin.

“Maksimal sembilan hari kerja sudah sampai pada rekening jamaah,” kata Arifin. 

Terhadap jemaah yang tidak mengambil setoran pelunasan Biaya perjalanan Ibadah Haji (Bipih), bakal diberikan nilai manfaat oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) paling lambat 30 hari kerja sebelum pemberangkatan kloter pertama tahun 1442H/2021M.  RHT/HGA

Komentar

News Feed