oleh

BPOM Palu Mengamankan 1.091 Handbody Racikan Ilegal

SULTENG RAYA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu berhasil mengamankan 1.091 pcs handbody (HB) racikan tidak miliki izin edar alias ilegal, Kamis (18/6/2020).

Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah mengatakan, pihaknya melalui seksi penindakan bersama dengan Korwas PPNS Polda Sulteng berhasil menggagalkan peredaran HB ilegal di Kecamatan Palu Barat, berdasarkan tracking alias pelacakan dan pemantauan sejak awal 2020.

“Proses ini berjalan panjang, kita mulai tracking dari penjualan mereka di sosial media, laporan-laporan yang berhasil dihimpun untuk kemudian kami lakukan penggerebekan bersama dengan polisi,” kata Fauzy, Jumat (19/6/2020).

“Produk kosmetik ini, diproduksi tidak terdaftar, kemudian tempat produksinya juga tidak memenuhi syarat untuk dilakukan produksi. Artinya tidak melalui proses penilaian dari BPOM untuk uji kelayakan,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :   Bappelitbangda Selayar Kaji Banding Cagar Biosfer Kawasan TNLL

Pada operasi penindakan tersebut, nominal dari HB racikan ilegal ditaksir sebesar Rp39,1 juta dengan sejumlah rincan alat produksi diamankan. Diantaranya, HB dosting pot besar, pot kosong, produk olahan belum dikemas (HB), HB merk Vienna, botol Vienna kosong,  HB dosting pot kecil, pot kosong, kayu pengaduk produk, loyang produksi HB dan stiker produk.

Atas tindakan produksi ilegal itu, pelaku produksi melanggar  Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 197 yaitu memproduksi dan Mengedarkan Kosmetik yang tidak memiliki izin edar dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

“Ini dilakukan per orangan, kami masih dalami bersama pihak kepolisian tentang akses bahan baku dan sindikatnya dari mana saja. Masalah hukumnya akan dilanjutkan setelah kita lakukan uji laboratorium tentang kandungan yang terdapat pada HB racikan tersebut. Yang jelas, diawal produsen ini sedah melanggar karena produksi dan tempat produksi tak miliki izin edar, memproduksi dalam jumlah besar,” tutur Kepala BPOM di Palu.

Baca Juga :   Pakai Dana Pribadi, Ketua F-PKS DPRD Sulteng Sumbang 100 Kursi di Talise

BPOM di Palu mengimbau kepada para pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku. Sebab, BPOM sebagai lembaga yang diamanatkan negara dalam urusan pengawasan akan terus melakukan pemantauan diwilayah kerja masing-masing. RHT

Komentar

News Feed