oleh

Balai Bahasa Sulteng ajukan 3.600 kosa kata daerah masuk KBBI

SULTENG RAYA –Selama periode 2018-2020, Balai Bahasa Sulawesi Tengah telah mengajukan sebanyak 3.600 kosakata dari berbagai daerah (Kabupaten dan Kota) di Sulteng.

Peneliti Ahli Muda (Peneliti Bahasa) Balai Bahasa Sulteng, M. Asri B, S.Pd., M.Pd mengatakan, itu merupakan program Balai tentang pengayaan Kosa Kata  Bahasa Indonesia, yang dilakukan sejak dua tahun terakhir.

“Kegiatan ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari program prioritas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk menjadikan bahasa Indonesia  sebagai bahasa modern. Salah satu ciri bahasa modern itu harus mempunyai daya ungkap yang kuat dan didukung oleh kosa kata yang berkembang pesat,” katanya kepada Sulteng Raya saat dihubungi melalui gawai pada Jumat (12/6/2020).

Baca Juga :   Mahasiswa Fakultas Pertanian Untad, PPL di ICI Sulteng

Bahasa daerah merupakan salah satu  yang menjadi sumber pengayaan kata atau istilah di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam hal ini, pada 2018 Balai Bahasa Sulteng melaksanakan kegiatan pengayaan Kosa Kata  Bahasa Indonesia dengan pengumpulan atau pengambilan data kebahasaan (kosakata bahasa daerah) pada sepuluh kabupaten  (lima belas daerah pengamanatan (DP))  meliputi; Kabupaten Poso, bahasa Bada, Kabupaten Donggala, bahasa Balaesang, Kabupaten Banggai, bahasa Balantak, Kabupaten Banggai, bahasa Banggai, Kabupaten Sigi, bahasa Besoa, Kabupaten Morowali, bahasa Bungku.

Selanjutnya yakni, Kabupaten Buol, bahasa Buol, Kabupaten Tolitoli, bahasa Totoli, Kabupaten Sigi, bahasa Pipikoro, Kabupaten Sigi, bahasa Rampi. Kabupaten Banggai, bahasa Saluan, Kabupaten Sigi, bahasa Seko, Kabupten Tojo Unauna bahasa Ta’a, Kabupaten Parigi, bahasa Tombatu, Kota Palu, bahasa Kaili.

Baca Juga :   Tujuh Desember SD Inpres Watusampu Melaksanakan PAS

“Dalam kegiatan pengayaan kosakata tahun 2018 tersebut  terkumpul sekitar, sekitar 3.000 kosa kata bahasa daerah setempat,” katanya.

Selajutnya, pada 2019 Balai Bahasa Sulteng melaksanakan kegiatan pengayaan Kosa Kata  Bahasa Indonesia dengan pengumpulan/pengambilan data kebahasaan (kosakata bahasa daerah) pada lima Kabupaten (tiga daerah pengamanatan (DP))  meliputi; Kabupaten Tolitoli, bahasa Dondo, Kabpaten Morowali Utara, bahasa Mori, Kabupaten Sigi, bahasa Lindu.

“Dalam kegiatan pengayaan kosakata tahun 2019 tersebut  terkumpul sekitar, 600 kosa kata bahasa daerah setempat. Jadi, total kosa kata yang terkumpul dalam dua tahap kegiatan itu (2018-2019) adalah 3600 kosa kata bahasa daerah pada delapan belas daerah psengamatan (DP),” katanya.

Kosa kata tersebut yang berjumlah 3600 kosa kata bahasa daerah setempat telah memenuhi syarat dan ketentuan yaitu berupa kosa kata yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia, seturut kaidah bahasa Indonesia, unik, eufonik dan tidak berkonotasi negatif. 

Baca Juga :   Praktikum Tidak Maksimal Dimasa Pandemi, Akbid Cendrawasih Palu Genjot Pelaksanaan Praktikum Tahun Depan

“Kosa kata bahasa daerah yang berjumlah 3.600 semuanya telah diusulkan  melalui proses penyaringan data dan editor. Jika ada data kurang lengkap,   akan dikembalikan ke pengusul untuk diperbaiki,  Jika lolos, maka dari editor akan meneruskan ke tingkat redaktur.  Lalu dari redaktur akan masuk ke validator selajutnya, kata-kata baru itu nanti akan diuji dalam sidang redaksi, itulah proses pemutakhiran kata KBBI,” ucapnya mengakhiri.JAN

Komentar

News Feed