oleh

Lima Bulan Tarkhir, BNN Kota Palu Rehap 33 Korban Narkoba

SULTENG RAYA-Sepanjang lima bulan terakhir ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu telah berhasil merehabilitasi 33 korban penyalahgunaan narkoba, terdiri dari rehab nginap Sembilan orang korban dan rehab jalan sebanyak 24 orang korban.

Kesembilan orang korban yang menjalani rehap nginap itu tersebar di tiga tempat, masing-masing dua orang di rumah sakit RS Madani Palu, mereka ini dirujuk ke RS Madani karena selain kecanduan juga telah mengalami gangguan psikologi kejiwaan akibat pengaruh dari narkoba.

Dua orang dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN di Baddoka, Makassar, dan lima orang lainnya lagi dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Kota Samarinda. 

Dari lima orang yang dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Kota Samarinda itu, tiga diantarannya biaya perjalanannya dibiayai oleh Pemerintah Kota Palu, sebagai bentuk dukungan atas pemberantasan narkoba di Kota Palu.

Sementara yang lainnya, baik yang dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN di Baddoka, Makassar maupun dua lagi yang dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Kota Samarinda menggunakan biaya mandiri atau biaya sendiri karena memiliki kemampuan ekonomi. “Ada yang dibiayai perjalanannya oleh pemerintah yang masuk kategori prasejahtera, yang memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kota Palu yang membiayai, karena sampai disana baik tempat tinggal dan biaya hidup ditanggung oleh Negara,”ungkap Kepala BNN Kota Palu, AKBP Abire Nusu, Kamis (4/6/2020)

Sementara itu, 24 orang yang menjalani rahab jalan terdiri dari dua orang berstatus pelajar, satu orang pegawai swasta, satu orang wirasswasta, dan 20 orang pengangguran.

Saat ini kata Kaban, masih ada dua orang lagi yang rencananya ingin dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN di Baddoka, Makassar, namun dalam kondisi darurat Covid-19 terpaksa tertunda, karena perjalanan jauh saat ini sangat dibatasi. Terlebih balai rehap sementara ditutup hingga kondisi normal kembali.

“Sebenarnya masih sangat banyak yang ingin kami bantu (rehap) namun kondisi seperti ini (Covid-19), akibatnya semuanya harus tertunda, yang dapat kami lakukan saat ini tinggal himbauan-himbauan ke masyarakat, dengan harapan darurat Covid-19 bisa segera berakhir, sehingga saudara-saudara kita yang lain yang menjadi korban itu bisa segera tertolong,”harap Kaban. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed