oleh

Sekolah Kembali Dibuka Juli 2020

SULTENG RAYA – Sekolah kini kembali dibuka pada Juli 2020, setelah pemerintah memutuskan untuk menunda peserta didik masuk sekolah hingga tanggal 13 Juli 2020 mendatang.

Penetapan penundaan masuk sekolah itu, berdasarkan surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 360/144/BPBD-G.ST/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Nomor 360/135/BPBD-G.ST/2020 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Tertentu Bencana Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah yang telah berakhir pada hari Jumat 29 Mei 2020 dan Instruksi Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 440/26/dis.kes tertanggal 26 Mei 2020 dan hasil rapat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dengan unsur Satgas Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong (Parmout).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Parmout, Adrudin Nur telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) satuan pendidikan kecamatan, koordinator pengawas, Kepala TK/PAUD/SD/SMP/Sederajat dan Penilik Kecamatan se-Kabupaten Parmout bahwa peserta didik akan masuk sekolah tanggal 13 Juli 2020 pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Adrudin mengatakan, selain memuat poin masuk sekolah, juga ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan dalam rangka persiapan menuju new normal yaitu harus menerapkan protokol kesehatan dengan mengatur jarak tempat duduk peserta didik berdasarkan protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Selanjutnya kata Adrudin, para guru, tata usaha dan siswa wajib menggunakan masker. Kemudian di setiap kelas tersedia sabun dan tempat cuci tangan dan di dalam kelas juga tersedia hand sanitizer.

“Selain itu, guru harus mengatur sif tatap muka apabila peserta didik banyak. Juga mendata riwayat perjalanan pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik dan memperhatikan kebersihan serta keindahan sekolah,” ujar Adrudin.

Selanjutnya lanjut Adrudin, sekolah harus menyiapkan spanduk bertuliskan “Wajib Menggunakan Masker”. Satuan pendidikan berusaha menyiapkan alat pengukur suhu, orang tua/wali murid wajib menjemput anaknya ketika proses pembelajaran/tatap muka/ujian kenaikan kelas selesai.

Selain itu kata Adrudin, pada tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan batas waktu semester genap yang hadir di sekolah hanya guru dan tenaga kependidikan untuk mempersiapkan satuan pendidikan dalam rangka New Normal.

Selanjutnya aktivitas yang dilakukan guru tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan batas waktu semester genap tahun pelajaran 2019/2020 tetap pembelajaran jarak jauh baik daring maupun luring atau model lain.

Pelaksanaan ujian kelas mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona virus disesase (Covid-19), dan untuk pengumuman kelulusan tingkat SD dan SMP kata Adrudin diharapkan tidak terjadi kerumunan massa sehingga penyampaiannya dapat berupa luring maupun daring WhatsApp (WA), Facebook dan lain sebagainya sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“Apabila ada edaran resmi lagi, baik dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong maupun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia maka kebijakan yang telah disepakati akan disesuaikan kembali,” jelasnya. AJI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed