oleh

New Normal: Untad Sediakan 50 Alat Pencuci Tangan

SULTENG RAYA-Menghadapi New Normal, Universitas Tadulako (Untad) telah menyediakan setidaknya 50 alat pencuci tangan ditempatkan di setiap ruang Fakultas, pintu masuk gerbang, ruang rektorat dan ruangan-ruangan lain.

Bukan hanya itu, Untad juga menyediakan alat cek suhu, Alat Pelindung Diri (APD), dan Hand Sanitizer. “Karena begitu diterapkan new normal kampus itu harus telah menyediakan protokol kesehatan, salah satunya di setiap fakultas harus ada pencuci tangan desinfektan, serta perlu penggunaan masker. Olehnya itu, kita telah menyiapkan sebanyak 50 alat pencuci tangan dan ini akan disebarkan di beberapa fakultas”, kata Ketua Satgas Untad Palu, Dr.dr I Ketut Suarayasa, M.Kes. Selasa (2/6/2020).

Penerapan New Normal sendiri hingga hari ini masih menunggu Instruksi dari Kemendikbud, namun untuk pegawai di lingkungan Untad Palu terhitung tanggal 5 Juni 2020 mulai aktif sebagaimana surat edaran  Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Nomor 57/2020 tertanggal 28 Mei 2020 mengatur perpanjangan pelaksanaan WFH bagi PNS hingga 4 Juni 2020.

Sementara itu, Rektor Untad, Prof Dr Ir H Mahfudz MP, menjelaskan bahwa terhitung Selasa (2/6/2020) tim Satgas sudah dianggap mulai bekerja. Jika sebelum-sebelumnya masih sebatas diberi tanggung jawab masing-masing dalam mengurus diri sendiri agar tidak terpapar virus Corona.

“Namun, ke depan setelah new normal ini diberlakukan, tentu kita sebagai institusi besar harus lebih serius untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sosialisasi dan penanganan. Kalau saya ibaratkan, kemarin ini kan rumah kosong, setelah kita membuka bahwa kita harus bekerja di kantor tentu kita tidak boleh tinggal diam, terutama saudara-saudara saya yang diberi amanah sebagai tim Satgas,” ujar Prof Mahfudz.

Apa lagi, lanjut Rektor, jumlah dosen pegawai cukup besar, ditambah jumlah mahasiswa 30.000, itu sesuatu yang tidak mudah ditangani. Apalagi katanya mungkin saja ada dosen, pegawai, atau mahasiswa yang berasal dari luar Kota Palu yang selama ini dia pulang kampung di berbagai daerah yang mungkin daerah tersebut masuk zona merah, inilah yang perlu mendaptkan tindakan pencegahan.

“Olehnya itu, hal yang terpenting kita lakukan sekarang adalah siapkan protokol kesehatan, kita harus siapkan segalanya terkait dengan aturan. Tetapi, yang pasti bahwa protokol akan kita harus jalankan, tentu saja pegawai yang selama ini bekerja dalam satu ruangan sampai 20 orang kemungkinan kita akan atur sedemikian rupa, sehingga tidak terlalu banyak berinteraksi saat bertugas. Social discanting, tetap harus kita jaga,” jelasnya lagi Prof Mahfudz. */ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed