oleh

Komite Aksi HAM Sulteng Galang Dukungan Anggota Dewan

SULTENG RAYA – Setelah melakukan beberapa upaya hukum ke sejumlah intansi, kali ini Komite Aksi Hak Asasi Manusia (HAM) Sulawesi Tengah mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng.

Kedatangan organisasi gabungan pengacara itu disambut Anggota Komisi 4 DPRD Sulteng, Ibrahim Hafid, Jumat (29/5/2020).

Dalam pertemuan singkat tersebut, Koordinator Komite Aksi HAM Sulteng, Khasogi Hamonangan, menyampaikan, telah terjadi insiden penembakan oleh oknum kepolisian terhadap korban yang dinilai tidak sesuai prosedur.

“Oknum kepolisian menempak korban sampai 4 kali. Bahkan tembakan menembus perut korban,” jelasnya.

Akibat tindakan tersebut, Komite Aksi HAM Sulteng didampingi puluhan pengacaranya mengawal kasus tersebut hingga dugaan pelanggaran HAM dapat terungkap.

Selain itu, pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bayangkara juga dinilai tidak maksimal. Pasalnya, dalam keadaan kritis dan membutuhkan perawatan medis, justru korban masih mendekam dalam sel tahanan.

Menanggapi insiden itu, Anggota Komisi 4 DPRD Sulteng, Ibrahim Hafid, menilai insiden yang menyebabkan korban terkapar akibat luka tembak harus mendapatkan perawatan maksimal. Apalagi, luka tempat yang dialami cukup parah.

“Ironis sekali, harusnya pasien ditangani cepat. Karena urusan kemanusiaan harus didahulukan daripada urusan lain,” jelasnya.

Terkait dugaan pelanggaran HAM oleh oknum kepolisian, seluruh hasil pertemuan akan disampaikan kepada Komisi 1 DPRD Sulteng yang bermitra dengan kepolisian.  RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed