oleh

Bupati Sigi Kirim Lima Kuasa Hukum Lawan Mantan Sekwan

SULTENG RAYA – Tergugat Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta mengirim lima kuasa hukum untuk melawan gugatan Eddy Asrianto (mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Sigi) dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri (PN) Donggala, Rabu (27/5/2020).

Sidang yang kedua kalinya ini dipimpin langsung Ketua PN Donggala, Lalu Moh. Sandi Iramaya, SH didampingi hakim anggota, Ahmad Gazali, SH dan Muhammad Taofik, SH yang dihadiri penggugat (Eddy Asrianto) dan pengacara kedua belah pihak, namun tanpa kehadiran tergugat (Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta).  

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Sigi langsung mengirimkan lima kuasa hukumnya, yaitu: Rusdin, SH (Kabag Hukum Sekdakab Sigi) dan Milan Kartika, SH (Kasubag Bantuan Hukum dan HAM Bagian Hukum Sekdakab Sigi) ditambah tiga advokat pada Kantor Hukum Hanss & Associates, yaitu: Nasrul Jamaludin, SH, Sahrul, SH, CLA dan Mohamad Soleh, SH. MH.

Sementara pengacara penggugat yang hadir hanya Moh. Rafiq, S.HI dari advokat pada Kantor Hukum Dicky Patadjenu, SH & Rekan.  

Diawal sidang yang terbuka untuk masyarakat umum itu, kedua belah pihak bersepakat untuk melanjutkan sidang di ruang mediasi secara tertutup tanpa bisa diliput oleh sejumlah wartawan yang hadir pagi itu.   

Usai mediasi, pengacara penggugat, Moh. Rafiq, S.HI mengatakan bahwa ketidakhadiran Bupati Sigi telah menghambat jalannya mediasi, sehingga tidak ada keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut, kecuali akan dilakukan lagi pertemuan (mediasi) berikutnya dengan upaya menghadirkan Bupati Sigi.  

Pihak penggugat sangat mengharapkan kehadiran Bupati Sigi secara fisik di pengadilan agar diketahui secara langsung apa tanggapannya terhadap masalah yang telah menghebohkan Kabupaten Sigi itu.   

“Sangat penting kahadiran bupati ini, karena ada satu tindakan bupati yang melanggar perbuatan melawan hukum dengan dalil-dalil gugatan kami yang harus dijelaskannya secara langsung saat mediasi,” tandas Rafiq.   

Sementara pengacara tergugat, Sahrul, SH, CLA mengatakan bahwa permintaan penggugat yang menginginkan kehadiran Bupati Sigi akan disampaikannya kepada yang bersangkutan. Namun ia tidak bisa menjamin, apakah Bupati Moh. Irwan Lapata akan hadir pada sidang berikutnya yang direncanakan pada Rabu (3/6/2020) mendatang.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Bupati Sigi digugat perdata oleh Eddy Arianto karena telah membebastugaskannya dari jabatan Sekretaris DPRD Sigi atau pembebasan dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa menerima haknya sebagai PNS.

Sidang perdana (mediasi) di PN Donggala, Rabu (13/5/2020) lalu, tidak dihadiri pihak tergugat maupun yang mewakilinya.

Pihak tergugat menyerahkan dokumen gugatan kepada majelis hakim yang isinya antara lain memohon kepada majelis hakim agar menghukum tergugat membayar ganti rugi Rp10 miliar lebih, karena perbuatan tergugat dinilai melawan hukum (onrechtmatig daad) yang telah mengakibatkan kerugian bagi penggugat. WAH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed