oleh

BKKBN Imbau PUS Cegah Kehamilan Selama Pandemi Covid-19

SULTENG RAYA – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Maria Ernawati, mengimbau masyarakat, khususnya pasangan usia subur (PUS) di daerah itu untuk menunda kehamilan selama masa pandemI Covid-19.

Pertimbangannya, ibu hamil rentan terserang penyakit akibat mengalami penurunan imunitas tubuh.  Terlebih, saat ini akses kesehatan lebih sulit diakses, karena pelayanan kesehatan lebih mengutamakan penanganan pasien Covid-19.

Tidak hanya itu, imbauan Pemerintah mengenai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 juga memaksa pelayanan kesehatan harus dibatasi, khususnya jumlah pengunjung di fasilitas kesehatan.

 “Jika sakit, apalagi kalau ibu hamil terinfeksi korona, maka banyak konsumsi obat-obatan, sehingga berpengaruh pada janin. Jadi, saya imbau lebih baik mencegah (kehamilan, Red). Ibu-ibu pending dulu untuk punya anak,” kata Kaper Erna, sapaan akrab Mari Ernawati, saat menghadiri kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilaksanakan BKKBN Sulteng bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR RI) di Donggala, Senin (18/5/2020).

Kabar baiknya, berdasarkan data BKKBN Sulteng, kesadaran masyarakat untuk tetap ber-KB. Ia menegaskan, PUS tidak perlu khawatir mengenai biaya pemasangan alat kontrasepsi. Pasalnya, BKKBN Sulteng siap mendistribusikan secara cuma-cuma alias gratis.

“Ada lebih 409 ribu akseptor KB di Sulteng dan BKKBN siap membantu alokon (alat dan obat kontrasepsi) secara cuma-Cuma,” ucapnya.

 

PELAYANAN KB GRATIS DAN PENYERAHAN SEMBAKO

Pada kesempatan itu, BKKBN Sulteng bersama Komisi IX DPR RI juga melaksanakan pelayanan kontrasepsi gratis dan pembagian sembilan bahan pokok (sembako) kepada akseptor yang telah mendapatkan pelayanan KB.

Bantuan sembako diserahkan langsung tenaga ahli anggota Komisi IX DPR RI, Muh Taufan, mewakili Anwar Hafid bersama Kaper BKKBN Sulteng, Maria Ernawati kepada Bupati Donggala, Kasman Lassa. Selanjutnya,  Bupati Kasaman menyerahkan sembako tersebut kepada masyarakat Donggala di Ruangan Kantor Bupati Donggala, di Kelurahan Gunung Bale, Banawa.

Erna mengatakan, sebagai lembaga yang mempunyai core bisnis pembangunan keluarga, maka BKKBN berbagi untuk keluarga di masa pandemi virus korona.

“Kami memberikan bantuan sembako untuk keluarga rentan dimasa covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan baksos tersebut bersama Komisi IX DPR RI karena Komisi IX DPR RI merupakan mitra kerja BKKBN yang melakukan fungsi pengawasan. Komisi IX melaksanakan monitoring untuk mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi BKKBN.

“Donggala dipilih untuk monitoring karena kami ada baksos sembako 1.000 paket dan melaksanakan pelayanan KB gratis untuk 300 akseptor selama 2 (dua) hari.

Kegiatan baksos itu merupakan rangkaian program Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (Akie) program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencama (Bangga kencana) bersama mitra kerja.

Sementara itu, Anwar Hafid melalui tenaga ahlinya, Muhamad Taufan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Donggala, Kasman Lassa atas kesempatan yang diberikan.

“Pak Hafid (Anwar Hafid) menyampaikan bahwa komisi IX siap bantu untuk kembangkan kabupaten. Komisi IX Siap bekerja sama agar pembangunan berjalan lancar,” kata Muhammad Taufan.

Bupati Kasman menyambut baik atas dipilihnya Donggala sebagai tempat pelaksanaan kegiatan BKKBN dan Komisi IX DPR RI.

“Salam hormat kepada Pak Anwar (Anwar Hafid), sahabat lama saya dan sekarang di DPR RI. Pelaksanaan kegiatan di Donggala atas kehendak dan izin Allah SWT. Terima kasih kepada BKKBN pusat, provinsi dan kabupaten serta tenaga ahli DPR RI atas kontribusi yang baik pada Donggala,” kata Bupati Kasman.

Diketahui, Kabupaten Donggala mempunyai penduduk lebihdari 321 ribu jiwa tersebar 16 kecamatan.HGA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed