oleh

OJK Minta Leasing Tidak ‘Menerjunkan’ Debt Collector

SULTENG RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah mengingatkan perusahaan pembiayaan leasing lalu lintas penyetoran kredit untuk tidak menggunakan jasa debt collector selama masa pandemi Covid-19.

Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar, mengatakan, kebijakan tersebut sesuai instruksi langsung Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang menekankan pendekatan persuasif terhadap penagihan angsuran nasabah.

“Selama masa ini, Pemerintah sudah berupaya melakukan upaya-upaya dalam penanganan Covid-19, termasuk di sektor industri jasa keuangan dan pembiayaan. Kami mengharapkan untuk leasing, sesuai instruksi Presiden untuk tidak menggunakan jasa debt collector, itu tidak dibenarkan,” tuturnya.

Menurutnya, perusahaan pembiayaan harus memahami kondisi ekonomi kemasyarakatan saat ini sedang terhimpit akibat larangan aktivitas di luar rumah lantaran imbauan Pemerintah untuk menekan laju penularan covid-19 di masyarakat.

“Kalau ada dept collector yang turun menagih, terlebih dengan cara kasar menarik kendaraan, lapor ke polisi. Kamis sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak para dept collector yang tidak patuh imbauan,” ucapnya.

Sebaiknya, kata dia, perusahaan leasing disarankan menggunakan pendekatan persuasif dalam penyelesaian tunggakan. Apalagi, kata dia, telah ada penegasan melalui rugulasi 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

“Kami berupaya terus mengimbau dan memantau seluruh aktivitas IJK dan perusahaan pembiayaan termasuk leasing. Namun, jika ini tidak diindahkan, debitur kami sarankan untuk ambil langkah tegas, bahkan ke ranah hukum,” tuturnya. RHT/HGA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed