oleh

Menunggu Hasil Rapat Forkopimda

SULTENG RAYA – Jelang pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H, membuat masyarakat di Kabupaten Morowali bertanya-tanya apakah bisa dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang atau tidak.

Terkait masalah tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Morowali, Hi Mauluddin memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp kepada Sulteng Raya, Ahad (17/5/2020).

Hi Mauluddin mengatakan, fatwa MUI Pusat Nomor 28 membolehkan salat Ied di masjid atau di lapangan, apabila daerah tersebut tidak ada yang terpapar virus Covid-19 atau daerah tersebut bisa terkendali.

“Kami dari MUI kabupaten menunggu undangan dari Forkopimda tentang hal tersebut, dan yang menjadi bahan pertimbangan adalah laporan dari Kadis Kesehatan Morowali, karena beliau yang punya wewenang menentukan apakah Morowali sudah terkendali atau bagaimana, jadi kita tunggu saja rapat Forkopimda dalam waktu dekat,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Ashar Ma’ruf menyampaikan, kondisi Covid-19 saat ini di Kabupaten Morowali dengan adanya tiga kasus baru saat ini yang terkonfirmasi positif menjadi beban tugas baru dalam melakukan pelacakan terhadap kontak erat bagi tiga yang terkonfirmasi positif.

“Informasi bahwa saat ini kami menunggu hasil pemeriksaan swab dari kontak-kontak erat tersebut yang sudah dikirim ke Labkes Provinsi Sulteng sejumlah 40 specimen, yang dikirim hari Sabtu 16 Mei 2020, semoga hasil swab dimaksud akan keluar hasil yang negatif, tetapi bila ada lagi yang positif maka akan lebih besar lagi beban kerja untuk melakukan penyelidikan kontak-kontak kepada yang terkonfirmasi tersebut,” kata Ashar Ma’ruf. BMG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed