oleh

Hingga April, Penyaluran KUR Capai 521 Miliar

SULTENG RAYA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tengah hingga April 2020 mencapai Rp521.180.582.754.

Kapala Kanwil Direktoran Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulteng, Irfa Ampri mengatakan, besaran tersebut dilakukan oleh 14.574 debitur tersebar di 13 kabupaten dan kota di Sulteng.

“Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah yang paling banyak menyalurkan KUR sebesar Rp118.665.000.000 dengan jumlah 3.804 debitur,” tutur Irfa kepada Sulteng Raya, Jumat sore (15/5/2020).

Sementara itu, Kabupaten Banggai Laut merupakan daerah paling sedikit penyaluran KUR, yakni sebesar Rp4,75 miliar dengan total 22 debitur.

“Kota Palu sebesar Rp77.457.257.754 dengan total debitur sebanyak 1.407 debitur, ada di posisi kedua. Banggai, Poso dan Morowali masing-masing sebesar 1.440 debitur (Rp57.849.000.000), 1.455 debitur (Rp47.823.325.000), 1.360 debitur (Rp47.748.000.000),” katanya.

Selanjutnya, Banggai Kepulauan sebanyak 1.287 debitur dengan besaran KUR Rp42,681 miliar, Tolitoli sebanyak 1.125 debitur Rp42,117 miliar. Kabupaten Donggala sebanyak 1.081 debitur dengan total KUR Rp35,7 miliar.

Kemudian, Kabupaten Buol sebanyak 766 debitur dengan total KUR Rp21,145 miliar, Kabupaten Sigi 492 debitur atau KUR sebesar Rp15,380 miliar. Kabupaten Tojo Una-Una 335 debitur dengan total nilai KUR sebesar Rp9,863 miliar.

Menurutnya, program KUR pertanian, perburuan dan kehutanan merupakan sektor paling banyak diakses, yakni sebanyak 7.755 debitur dengan jumlah penyaluran sebanyak Rp227,180 miliar. Sedangkan paling sedikit, yakni pembiayaan sektor konstruksi sebesar Rp595 juta dengan total tujuh debitur.

“Kami terus mendorong perealisasian KUR untuk daerah, KUR merupakan salah satu pembiayaan yang bisa membantu usaha untuk berkembang, meningkatkan kapasitas dan kelas dari usaha yang dijalankan,” tuturnya. RHT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed