oleh

BPBD Parmout Terima Rp2,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp26 miliar untuk penanganan Virus Corona (Covid-19). 

Anggaran tersebut, dipersiapkan untuk dibelanjakan terhadap berbagai kebutuhan terkait dengan penanganan Covid-19. Pengelolaan anggaran itu diserahkan kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Salah satu OPD yang mengelola dana penanganan Covid-19 tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala BPBD Parmout, Azis Tombolotutu mengatakan, saat ini pihaknya mengelola anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp2,5 miliar. Anggaran itu telah digunakan untuk berbagai kebutuhan diantaranya untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan oleh petugas tim terpadu yang bertugas di pos-pos perbatasan dan juga untuk staf BPBD yang bertugas di lapangan.

Baca Juga :   Anggota Polisi di Mepanga Ditembak OTK

Selain itu kata Azis, anggaran tersebut juga telah digunakan untuk dana konsumsi petugas di lapangan, serta honor petugas keamanan dan petugas lain yang bertugas di pos-pos perbatasan.

“Untuk honor-honor petugas semua ada di kita. Honor untuk petugas keamanan dari kepolisian dan TNI juga honor untuk anggota Satpol PP dan petugas dari Dinas Perhubungan. Honor tersebut tidak langsung kami transfer ke rekening pribadi masing-masing petugas, melainkan ditransfer ke rekening penampung di intansi masing-masing. Hal itu dilakukan personil yang bertugas di lapangan selalu bergantian,” ujar Azis kepada wartawan di Pantai Mosing, Selasa (12/5/2020) malam.

Pembayaran honor petugas perhari lanjut Azis, berbeda-beda, khusus untuk honor petugas kepolisian dan TNI sudah punya prosedur sendiri. Sedangkan petugas OPD disesuaikan dengan SBU. Sedangkan, untuk biaya konsumsi kata Azis juga sudah siap dibayarkan, walaupun sempat muncul keluhan dari petugas di lapangan yang kekurangan makanan.

Baca Juga :   Dinas Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Keterampilan Menjahit

“Dana untuk makan minum petugas di lapangan siap eksekusi setelah sebelumnya kami siapkan dokumennya. Lebih dari lima hari kami siapkan dokumennya agar tidak terjadi kesalahan prosedur. Jadi kami sekarang kami jalankan, tidak ada kendala untuk persoalan makan minum,” jelasnya. AJI

Komentar

News Feed