oleh

Dosen Unisa Palu, Terbitkan Buku COVID-19

SULTENG RAYA-Dua Dosen Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, masing-masing Dr.Ir.Kasman Jaya Saad,M.Si (Dosen Kependudukan dan Lingkungan Hidup Unisa Palu) dan Drg.Nita Damayanti,M.Si (Dosen Fak.Kedokteran Unisa Palu) berhasil menyusun dan menerbitkan buku tentang Pandemi COVID-19, diberi judul Pandemi Covid-19 Stay Positive, Stay Happy And Healthy.

Keduanya menyusun buku tersebut sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat, dimana buku itu membahas bagaimana menyikapi Pandemi ini dengan bijak. Mengajak pembaca untuk tidak perlu cemas berlebihan dalam menghadapi Covid-19, justru diharapkan, setelah membaca buku ini, para pembaca menjadi bagian penyebar optimisme.

Kata Kasman, Pandemi Covid-19 memang telah menggerus sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk sendi sosial dan ekonomi. Namun tidak boleh pesimis, apalagi kalah dengan virus  ini. Cukup mematuhi himbauan pemerintah untuk tinggal di rumah, jaga jarak dan cuci tangan secara teratur.

“Jadikan buku tipis ini sebagai penyemangat dalam menghadapi pandemi. Teruslah berikhtiar, terus berbagi optimisme, bijak hidup menghadapi pandemi Covid-19 dan Stay positive, stay happy and healthy,”ungkapnya, Kamis (7/5/2020).

Di tempat yang sama, Drg.Nita Damayanti mengatakan,  banyaknya informasi di media sosial, menyebabkan broadcast informasi tentang COVID-19 begitu mudah, bahkan cenderung berlebihan disertai hoaks. Akibatnya kepanikan dan kecemasan masyarakat sulit terhindarkan. 

Sebenarnya, dalam kasus COVID-19, kecemasan berfungsi positif bila membuat diri lebih Care dan berhati-hati serta mengikuti segala perintah yang diberikan pemerintah, misalnya untuk berdiam diri di rumah atau bekerja dari rumah -Work From Home (WFH)  dan  membiasakan hidup bersih, dengan cuci tangan secara teratur, dan banyak minum air putih. Pun bila harus keluar rumah, akan selalu menjaga jarak (Physical distancing). 

Namun,  kecemasan berlebihan akan berdampak negatif bila seorang tidak lagi sekadar khawatir dengan COVID-19, setiap membaca atau mendegar berita COVID-19, tiba-tiba merasa tenggorokan agak gatal, nyeri dan merasa agak sedikit meriang walaupun suhu tubuh normal dan akhirnya melakukan tindakan berlebihan pada setiap aktivitasnya. “Menurut dr.Adri reaksi psikosomatik tubuh  seperti itu masih wajar bila tubuh masih aktif juga mengatasinya, namun pusat rasa cemas yang terlalu berat dan berulang-ulang bisa membuat psikosomatik muncul  dan berulang-ulang pula, dan ini meyebabkan tubuh tidak mampu lagi mengatasi.  Prof.Sarlito menyebut bahwa kecemasan adalah bentuk ketakutan yang tak jelas sasarannya dan juga tak jelas  alasannya,”jelas Drg.Nita.

Untuk itu katanya, salah satu cara untuk mengurangi gejalan psikosomatik  adalah mengurangi dan membatasi informasi terkait dengan COVID-19 ini. Lakukan hal lain selain Browsing, lakukan hobi yang menyenangkan dan sebarkan optimisme, bahwa semua akan bisa dilewati.

Sementara itu, Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Dr. Umar Alatas saat dihubungi mengaku bangga dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada dua Dosen Unisa itu, di tengah pandemi Covid-19, bisa berkontribusi dalam menulis Buku Pandemi Covid-19.

Buku itu katanya, penting di tengah kecemasan masyarakat akan wabah virus corona ini. “Semoga buku ini menjadi bagian dari solusi dalam meredam kepanikan masyarakat untuk tetap optimis dalam melawan wabah ini. Stay at home and physical distancing. Dan bila keluar rumah gunakan masker serta cuci tangan secara teratur,”kata rektor.

Buku karya dosen Unisa Palu ini sendiri dapat ditemui di Fakultas Kedokteran Unisa Palu. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed