oleh

Akademisi Unisa Palu, Minta Masyaraat Taati Imbauan Pemerintah

SULTENG RAYA-Akademisi Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Ridwan Laki, S.Pd.I.,M.Si, meminta kepada masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah dalam menjalankan ibadah puasa, cukup dilaksanakan di rumah masing-masing, dan tidak melaksanakan ibadah sholat berjamaah, baik itu Jumat, dan taraweh di masjid dan mushollah.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memutuskan penyebaran Corona Virus Disease 2019  atau Covid-19 yang telah menjadi wabah global.

Sebagaimana yang telah dirasakan kata Ridwan, susasana Ramadhan kali ini memang sangat berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan banyak diantara masyarakaat merasakan suasana Ramadhan tidak semarak seperti Ramadhan sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya pandemi wabah Corona Virus Disease 2019  atau Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara dimuka bumi ini.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia sebenarnya sudah  bertindak cepat dengan menerbitkan Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah Covid-19. Edaran yang ditujukan bagi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) seluruh Indonesia tersebut ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

“Sayangnya sebagian masyarakat kita masih ada yang ngeyel alias enggan mematuhi anjuran itu. Hingga hari ketiga Ramadhaan tidak sedikit masjid yang masih melaksanakan shalat taraweh berjamaah,”ungkap Ridwan, Ahad (26/4/2020).

Padahal katanya, imbauan sudah disampaikan oleh pemerintah dari level RT hingga Presiden ditambah lagi tausyiah dari Majelis Ulama Indonesia dan Maklumat Kapolri yang disampaikan melalui berbagai media hingga mengunjungi langsung ruang publik oleh aparat pemerintah, TNI/Polri hingga tokoh agama. Masih juga himbauan itu hanya dianggap angin lalu.

Bahkan katanya, ada salah satu masjid tidak mau membacakan himbauan itu karena beranggapan melarang shalat di Masjid. Bahkan ada masjid yang mengakalinya dengan mematikan lampu dan tidak memakai pengeras suara, mengatur jarak dan memakai masker.

Virus yang tidak terlihat oleh  kasat mata  menjadi dalih mereka untuk tetap beraktivitas seperti biasa termasuk dalam hal ibadah yang dilakukan secara bersama.

Pada hal, sudah tidak terhitung lagi berapa kali ustadz kondang semisal UAS, Das’at Latif, Syech Ali Jaber, Aa Gym dan ulama-ulama lainnya menganjurkan berjamaah dirumah saja sebagai salah satu ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu.

Bahkan salah seorang ustadz yang viral di media sosial belakangan diketahui bernama Ustadz Zainuddin Dalila Ketua MUI Kaltara dengan mengenakan masker  turun langsung bersama TNI/Polri disebuah pusat perbelanjaan tradisional modern di kotanya  menyampaikan himbauan ini kepada masyarakat.

Sesungguhnya Ridwan, banyak pesan cintaNYA dari peristiwa Covid-19 bagi keluarga muslim didunia. Antara lain, waktu beribadah bersama keluarga lebih banyak, suami atau kepala keluarga yang selama ini menggantungkan ritual keagamaannya pada orang lain memilki semangat untuk belajar pengetahuan agama khususnya terkait tata cara pelaksanaan shalat taraweh berjamaah dirumah. Serta masih banyak lagi hikmah yang belum terungkap atau yang belum kita ketahui. Kata Ibnu Shina, Kesabaran adalah permulaan atau awal dari kesembuhan.

“Mari kita belajar untuk menaati anjuran pemerintah, karena menaati pemerintah juga adalah bagian dari perintah agama sebagaimana bunyi Quran Surah An-Nisa, Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan kepada Ulil Amri, (QS. An-Nisa,”jelas Ridwan. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed