oleh

BKIPM Tetap Periksa Mutu Ikan Dilalulintaskan

-Kota Palu-dibaca 840 kali

SULTENG RAYA – Meski kondisi pandemi Covid-19, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palu, tetap melakukan pemeriksaan, penjaminan atau pengawasan mutu ikan yang dilalulintaskan atau dalam proses pengiriman.

Kasubsi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (Kasubsi Wasdalin) BKIPM Palu, Irmawan Syafitrianto, mengatakan, saat pandemi Covid-19, BKIPM kini fokus melakukan pemeriksaan mutu ikan yang dilalulintaskan. Sedangkan, pemeriksaan mutu ikan di sejumlah pasar ditunda sementara waktu.

Bahkan, guna memastikan mutu ikan dikonsumsi masyarakat, untuk pengiriman ikan, pihak pengirim harus melapor secara online, sehingga petugas BKIPM melakukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium (Lab), melaksanakan uji Lab, mencetak dokumen berdasarkan hasil Lab dan barang siap dikirim, serta melakukan pengecekan akhir di bandara atau pelabuhan.

Baca Juga :   Tahun Depan, Seluruh Pegawai Non ASN di Parmout Terlindungi BPJamsostek

“Perlu diketahui BKIPM Palu,  mempunyai laboratorium virus atau biologi molekuler (PCR) yang sudah terakreditasi Internasional. Begitu juga sumber daya manusianya juga kompeten serta bersertifikat. Sehingga, dapat mengamankan atau siap amakan  produk perikanan Sulawesi Tengah,” kata Irmawan Syafitrianto, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya, uji laboratorium dilakukan, jika daerah tujuan belum terdapat virus atau bakteri yang berbahaya, namun ternyata daerah asal sudah terpapar virus atau bakteri berbahaya terlebih dahulu.

“Misalnya, iridovirus pada ikan kerapu, di daerah A positif, sedangkan daerah tujuan contohnya daerah  B negatif. Maka pengiriman  wajib diperiksa di laboratorium dan hasilnya harus negatif. Mengapa? Agar daerah  B tidak terpapar virus atau bakteri tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Mas Yanto: Untuk Pertalite dan Elpiji Tidak Langka Selama Pandemi

“Dalam kondisi mewabahnya Covid-19, ada kendala tertentu dalam pengiriman ikan keluar wilayah Sulteng, antara lain sulitnya akses transportasi, seperti pesawat dan kapal,” tuturnya. ULU

Komentar

News Feed