oleh

Kepala Daerah Diminta Siapkan Lokasi Pemakanan Khusus

SULTENG RAYA – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola menginstruksikan kepala daerah se-Sulteng untuk menyediakan lokasi pemakaman khusus bagi pasien positif virus corona alias Covid-19 yang meninggal.

“Pak gubernur telah menginstruksikan para kepala daerah untuk segera menyiapkan lokasi pemakaman berkaitan dengan jenazah baik pasien dalam pengawasan maupun terkonfirmasi positif covid-19. Untuk Kota Palu telah disiapkan lokasinya di samping pekuburan massal Poboya,” jelas Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 sekaligus Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng kepada wartawan di Posko Jurnalis liputan covid-19, Selasa (7/4/2020).

Penyiapan lokasi pemakaman tersebut untuk mengantisipasi adanya penolakan pemakaman jenazah terkonfirmasi positif seperti di beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Selain itu, melalui Haris, Gubernur Sulteng juga menginstruksikan agar para kepala daerah se-Sulteng memerintahkan para camat hingga kepala desa menyiapkan lokasi pemakaman khusus tersebut. Sehingga, tidak lagi ada penolakan terkait pemakaman jenazah PDP maupun terkonfirmasi positif covid-19.

“Tempatnya disiapkan, saya kira nanti tidak akan lagi ada penolakan sehingga jenazah terlantar. Pak gubernur telah menginstruksikan melibatkan unsur terkait dalam gugus tugas yakni TNI dan Polri dalam proses pemakaman itu yang pastinya sudah memenuhi standar pemakaman pasien PDP maupun terkonfirmasi positif covid-19,” jelasnya.

Selanjutnya para kepala daerah diminta segera melaporkan lokasi pemakaman khusus itu di masing-masing daerah. 

Diketahui, instruksi tersebut tertuang dalam poin 6 Surat Gubernur Sulteng nomor 443/193/Ro.Hp perihal instruksi kepada kepala daerah se Sulteng tertangal 3 April 2020. Dalam poin tersebut, menekankan kepala daerah menyiapkan lokasi penguburan khusus suspect Covid-19 di wilayah masing-masing jika terjadi korban meninggal dunia akibat suspect Covid-19 dan positif Covid-19.

Untuk proses pemakanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) protocol Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sudah ditetapkan dan berkoordinasi dengan jajaran TNI dan Polri untuk proses pemakaman. RAF

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed